Kompas.com - 23/04/2014, 02:55 WIB
Peta Ukraina. Sky NewsPeta Ukraina.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia, Selasa (22/4/2014), telah mengusir seorang diplomat Kanada sebagai balasan atas pengusiran serupa yang sebelumnya dilakukan Kanada, berdasarkan pernyataan sumber pemerintah yang dikutip kantor berita Rusia.

Sekretaris pertama kedutaan Kanada, Margarita Atanasov, Selasa, diperintahkan untuk meninggalkan Rusia dalam waktu 14 hari, sebagaimana pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan atas pengusiran terbaru dari Ottawa terhadap seorang pembantu atase militer Rusia," kata sumber itu. Media Kanada sebelumnya menulis bahwa pada awal April 2014 seorang diplomat Rusia telah mendapat perintah meninggalkan negara itu.

Letnan Kolonel Yury Bezler dinyatakan melakukan persona non grata dan mendapat waktu dua pekan untuk meninggalkan Kanada setelah bertugas kurang dari setahun sebagai asisten atase pertahanan di Kedutaan Rusia di Ottawa, seperti yang dikutip AFP dari media seperti Ottawa Citizen.

Pengusiran Bezler seperti yang diberitakan media massa itu menggunakan informasi dari sumber. Kedutaan Rusia di Kanada maupun Kementerian Luar Negeri Kanada menolak berkomentar pada saat itu.

Kedua pengusiran terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat terkait aneksasi Crimea oleh Kremlin. Amerika Serikat juga menuduh agen Rusia telah memicu krisis untuk memprovokasi pemisahan diri di kawasan timur Ukraina.

Kanada, yang memiliki populasi etnis Ukraina terbesar ketiga di dunia, baru-baru juga mengusir sembilan perwira militer Rusia setelah membatalkan latihan militer bersama Kanada dan Rusia. Sembilan perwira tersebut tak punya akreditasi diplomatik.

Sementara itu, sumber AFP di kalangan diplomatik Rusia mengatakan pengusiran asisten atase militer Rusia ini bukanlah kali pertama aksi saling balas antara pejabat Rusia dan Kanada, dengan menambahkan tuduhan bahwa Ottawa juga yang memulai "pertukaran" pengusiran tersebut pada insiden sebelumnya.

Sumber tersebut mengatakan pula bahwa pengajuan visa Kanada bagi diplomat Rusia juga ditolak. Karenanya, dia menuduh Kanada telah mengambil posisi anti-Rusia dalam krisis Ukraina.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X