Kompas.com - 12/04/2014, 11:51 WIB
EditorHindra Liauw


BERLIN, KOMPAS.com --
Pembongkar rahasia Edward Snowden telah menyampaikan kesediaan untuk bersaksi di hadapan satu komite parlemen Jerman yang menyelidiki kegiatan pengawasan Dinas Keamanan Nasional AS (NSA), demikian laporan media pada Jumat (11/4/2014).

Mantan direktur NSA itu mengatakan siap memberi kesaksian terperinci di Jerman tanpa syarat apa pun, demikian laporan media Jerman, dengan mengutip surat dari pengacara Snowden di Berlin untuk komite pemeriksaan Bundestag, Majelis Rendah Parlemen Jerman.

Kata-kata Snowden dikeluarkan di tengah percekcokan di Berlin mengenai apakah panel NSA Jerman mesti meminta kesaksian dari dia dalam proses penyelidikannya.

Glenn Greenwald, yang telah menyiarkan kebocoran yang mengungkap program pengawasan NSA "Prism" dengan dasar dokumen rahasia dari Snowden, memperlihatkan dukungan agar Snowden dipanggil sebagai saksi, kata media Jerman.

Di dalam satu wawancara baru-baru ini, wartawan yang melaporkan rahasia NSA yang bocor tersebut mengatakan, skandal mata-mata AS tak bisa sepenuhnya diabsahkan tanpa kesaksian dari Snowden. Ia menambahkan, akan ada celah sangat besar dalam penyelidikan jika para penyelidik Jerman tidak menanyai Snowden secara langsung.

Komite Parlemen Jerman, yang dibentuk kurang dari satu bulan sebelumnya, bertugas menyelidiki penyadapan komunikasi Jerman oleh NSA dan dinas rahasia lain.

Penyelidikan itu, yang terdiri atas enam anggota parlemen dari koalisi yang memerintah dan dua dari oposisi, justru telah menghadapi masalah. Ketuanya, Clemens Binninger, mundur dari posisinya pada Rabu (9/4/2014), cuma beberapa hari setelah pertemuan pertama panel tersebut.

Binninger mengatakan kepada media bahwa ia mundur akibat perbedaan pendapat di kalangan anggota komite itu mengenai kemungkinan Snowden bersaksi. Oposisi telah mendesak agar Snowden dipanggil, sedangkan anggota partai yang berkuasa ragu apakah ia dapat memberi informasi penting untuk menjelaskan skandal mata-mata tersebut.

Pada Kamis, panel itu melakukan pemungutan suara untuk membahas masalah Snowden dalam pertemuan berikutnya pada 8 Mei, tepat setelah kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Amerika Serikat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.