Kompas.com - 01/04/2014, 16:32 WIB
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev (kiri) melakukan pembicaraan dengan Direktur Gazprom Alexei Miller di Moskwa, Selasa (4/3/2014). Dalam pertemuan itu Alexei Miller melaporkan keputsan Gazprom mencabut diskon harga gas yang diimpor Ukraina. ALEXANDER ASTAFIEV / RIA NOVOSTI POOL / AFPPerdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev (kiri) melakukan pembicaraan dengan Direktur Gazprom Alexei Miller di Moskwa, Selasa (4/3/2014). Dalam pertemuan itu Alexei Miller melaporkan keputsan Gazprom mencabut diskon harga gas yang diimpor Ukraina.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Perusahaan energi Rusia, Gazprom, Selasa (1/4/2014), mengumumkan segera mengakhiri diskon harga gas yang selama ini dinikmati Ukraina. Pengumuman ini menjadi sebuah pukulan telak untuk perekonomian negeri itu.

"Diskon tidak lagi berlaku. Keputusan ini diambil karena Ukraina tak mampu membayar utang 2013 dan tidak membayar untuk pengiriman gas tahun ini," kata Direktur Eksekutif Gazprom, Alexei Miller.

Menurut Gazprom, Ukraina belum membayar impor gas tahun lalu sebesar 1,55 miliar dollar AS atau sekitar Rp 18 triliun.

Saat masih menikmati harga diskon, Ukraina hanya perlu membayar 268,5 dollar AS per 1.000 meter kubik gas. Kini, setelah diskon dihapus, Ukraina harus membayar 385,5 dollar per 1.000 meter kubik gas.

Harga diskon itu disepakati mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dan Presiden Vladimir Putin pada Desember 2013, termasuk bantuan ekonomi untuk Ukraina saat itu.

Kenaikan harga gas ini, meski sudah diperkirakan, merupakan pukulan telak untuk perekonomian Ukraina yang membutuhkan bantuan internasional untuk menghindari risiko kebangkrutan.

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X