Kompas.com - 07/03/2014, 15:13 WIB
Ilustrasi wikipedia.orgIlustrasi
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.COM — Malaysia melarang terjemahan sebuah buku komik Ultraman karena terjemahan itu merujuk superhero Jepang yang populer  sebagai "Allah". Pemerintah Malaysia menegaskan hal itu, Jumat (7/3/2014), dalam sebuah perselisihan yang sedang berlangsung terkait penggunaan kata itu oleh kalangan non-Muslim.

Kementerian dalam negeri negara itu, yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri dan sensor, mengatakan edisi bahasa Melayu dari "Ultraman, The Ultra Power" mengandung unsur-unsur yang dapat merusak ketertiban umum dan moral. "Ultraman diidolakan banyak anak," dan menyamakan dia dengan Allah akan "membingungkan pemuda Muslim dan merusak iman mereka," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu memperingatkan lebih lanjut bahwa penggunaan yang tidak bertanggung jawab dari kata itu dapat memprovokasi umat Islam dan mengancam keselamatan umum.

Pemerintah Malaysia saat ini sedang terlibat perselisihan intens dengan gereja Katolik di pengadilan terkait penggunaan kata "Allah" oleh kalangan non-Muslim.

Ultraman merupakan tokoh superhero dalam karya fiksi Jepang yang bertarung melawan "Kaiju", para monster berukuran pencakar langit, dan pertama kali muncul di televisi pada 1960-an. Komik-komik itu populer di seluruh dunia, termasuk di Malaysia, di mana versi sulih suara dalam bahasa Melayu diputar di TV, dan buku-buku komik itu diterjemahkan ke dalam bahasa nasional.

Kementerian dalam negeri itu mengatakan, buku komik Ultraman yang lainnya tidak terpengaruh dan hanya edisi itu saja yang dilarang.

Keputusan itu telah memicu ejekan luas di kalangan pengguna Facebook dan Twitter Malaysia, termasuk dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Khairy Jamaluddin, yang bertanya "Apa salah Ultraman?"

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terjemahan yang kontroversial itu dapat dilihat pada foto yang tersedia di media sosial yang melukiskan Ultraman sebagai: "Ia diperhatikan, dan dihormati, sebagaimana Allah atau Penatua bagi semua pahlawan Ultra."

Larangan itu diberlakukan berdasarkan UU Pers Cetak dan Publikasi, sebuah undang-undang banyak dikritik yang memberikan pihak berwajib kekuasaan luas atas material cetak. UU itu juga digunakan untuk melarang gereja Katolik menggunakan kata "Allah" dalam publikasinya.

Kementerian dalam negeri tahun 2007 mengancam akan mencabut izin penerbitan Herald, harian gereja Katolik, karena menggunakan kata itu dalam edisi Melayu, yang kemudian menyebabkan pertarungan hukum selama tujuh tahun. Gereja Katolik kini mengajukan banding ke MA untuk menantang putusan pengadilan yang lebih rendah pada Oktober lalu yang memenangkan pemerintah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.