Kompas.com - 04/03/2014, 22:59 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar jumpa pers di kediaman pribadinya, Selasa (4/3/2014), terkait krisis yang semakin meningkat di Semenanjung Crimea. ALEXEY NIKOLSKY / RIA NOVOSTI / AFPPresiden Rusia Vladimir Putin menggelar jumpa pers di kediaman pribadinya, Selasa (4/3/2014), terkait krisis yang semakin meningkat di Semenanjung Crimea.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (4/3/2014), mengatakan, Rusia memiliki hak untuk "menggunakan segala cara" demi melindungi warga Rusia di Ukraina.

"Kami memiliki hak untuk menggunakan segala cara," kata Putin dalam jumpa pers di kediamannya, di pinggiran kota Moskwa.

Meski demikian, lanjut Putin, Rusia belum perlu mengirimkan pasukannya ke Ukraina. Pernyataan ini disampaikan untuk meyakinkan pasar uang yang mengkhawatirkan pecahnya konflik bersenjata di sudut timur Uni Eropa itu.

Lebih jauh, Putin mengecam perebutan kekuasaan yang terjadi di Ukraina yang disebutnya sebagai sebuah pengambilalihan yang antikonstitusional.

Sejauh ini, pasukan pro-Rusia masih menguasai Crimea, sebuah wilayah semenanjung strategis di Laut Hitam yang menjadi basis armada Laut Hitam Rusia sejak abad ke-18.

Semenanjung Crimea, yang sebagian besar penduduknya menggunakan bahasa Rusia, sebenarnya sejak lama sudah menjadi wilayah Rusia. Namun, pada 1954, Partai Komunis Rusia menghadiahkan Crimea ke Ukraina.

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X