Kompas.com - 04/03/2014, 18:14 WIB
Dubes Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin. TIMOTHY A. CLARY / AFPDubes Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.
EditorErvan Hardoko
NEW YORK, KOMPAS.com - Duta besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, Selasa (4/3/2014), mengatakan presiden terguling Ukraina, Viktor Yanukovych secara formal meminta Moskwa mengirimkan pasukan untuk menegakkan hukum di negeri itu.

Pernyataan ini disampaika Churkin dalam pembicaraan darurat soal Ukraina putaran ketiga di New York. "Yanukovych mengirim permintaan tertulis kepada Presiden Vladimir Putin," ujar Churkin.

Dia menambahkan , pemerintahan Ukraina kini berada di tangah kelompok ektremis radikal, sehingga kondisi itu mengancam kehidupan dan kepentingan warga berbahasa Rusia dan armada Laut Hitam Rusia.

"Ukraina berada di ambang perang saudara. Di sini sudah terjadi kekacauan dan anarki," ujar Churkin mengutip isi surat Yanukovych itu.

"Di bawah dukungan negara-negara Barat, telah terjadi aksi teror dan kekerasan secara terbuka. Rakyat diserang karena bahasa dan alasan politis," tambah Churkin.

Sehingga, lanjut Churkin, dalam surat itu Yanukovych meminta Presiden Putin agar mengirimkan pasukannya ke Ukraina.

"Saya meminta Presiden Putin menggunakan angkatan bersenjata Federasi Rusia untuk memulihkan hukum dan ketertiban di Ukraina," kata Churkin menirukan Yanukovych.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X