Hillary Clinton Kandidat Favorit Partai Demokrat untuk Pemilu 2016

Kompas.com - 12/02/2014, 08:14 WIB
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, berpidato mendukung rencana Presiden Barack Obama menggelar aksi militer ke Suriah. Pidato soal Suriah disampaikan Clinton di pertemuan rutin di Gedung Putih soal perdagangan satwa liar, Senin (9/9/2013). AFP PHOTO / Saul LOEBMantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, berpidato mendukung rencana Presiden Barack Obama menggelar aksi militer ke Suriah. Pidato soal Suriah disampaikan Clinton di pertemuan rutin di Gedung Putih soal perdagangan satwa liar, Senin (9/9/2013).
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM — Beberapa jajak pendapat menunjukkan mantan menteri luar negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, favorit untuk menjadi kandidat presiden Partai Demokrat pada 2016 jika ia memutuskan untuk bertarung. Sejauh ini belum ada kandidat yang jelas dalam nominasi Partai Republik.

Hillary Clinton sudah berkecimpung di arena politik nasional selama lebih dari 20 tahun, baik sebagai ibu negara, senator, kandidat calon presiden, dan menteri luar negeri.
 
Akhir tahun ini Hillary Clinton diperkirakan akan memutuskan apakah akan bertarung atau tidak dalam pemilu presiden dan jika maju, ia akan menjadi kandidat yang tangguh, menurut analis politik Stephen Hess.
 
Jika Clinton memutuskan bertarung, ia diperkirakan akan menghadapi kecaman dari pesaingnya terkait penanganan serangan teroris terhadap konsulat Amerika di Benghazi, Libya, tahun 2012.
 
Clinton baru-baru ini menyebut serangan di Benghazi itu sebagai penyesalan terbesarnya, meskipun tahun lalu ia membela diri ketika muncul serangan politik terkait upaya penanganan insiden itu.
 
Hillary mengatakan, “Faktanya adalah empat warga Amerika tewas. Apakah itu disebabkan oleh demonstrasi atau karena ada orang yang tiba-tiba memutuskan untuk membunuh warga Amerika, apa bedanya? Tugas kita adalah melacak apa yang sesungguhnya terjadi dan melakukan segala-galanya untuk mencegah agar hal ini tidak terulang lagi.”
 
Seandainya Hillary Clinton memutuskan untuk maju maka ia akan menghadapi tantangan dari Wakil Presiden Joe Biden, tetapi Hillary memimpin jauh di depan.
 
Menurut Stephen Hess, status Hillary Clinton sebagai unggulan memiliki faktor pro dan kontra.
 
“Jika ia memutuskan untuk mencalonkan diri semua pihak akan memburu dirinya, mengkritik dirinya, bukan hanya pesaing lainnya tetapi juga media. Jadi ia berada dalam posisi yang rentan. Sebaliknya ia juga berada dalam posisi yang sangat baik karena bisa menggalang dana yang besar.”
 
Sementara itu, analis lainnya, Stuart Rothenberg, mengatakan, jika Clinton bertarung ia perlu menjaga jarak dari Barack Obama karena presiden saat ini tidak populer.
 
Rothenberg mengatakan, “Clinton harus mengidentifikasi sejumlah bidang di mana ia berbeda dari Presiden Obama, dan tema-tema yang disampaikannya harus menunjukkan bahwa dirinya adalah kandidat yang akan membawa perubahan.”
 
Partai Republik tidak memiliki kandidat yang jelas saat ini, tetapi di antaranya adalah Gubernur New Jersey Chris Christie yang masih berupaya menyelesaikan skandal George Washington Bridge tentang kemacetan lalu lintas yang direkayasa oleh pembantu-pembantu Christie.
 
Tersandungnya Chris Christie bisa membuka jalan bagi tokoh Republik lain termasuk mantan gubernur Florida Jeb Bush, adik mantan Presiden George W Bush, gubernur Wisconsin Scott Walker, senator Texas Ted Cruz, dan senator Kentucky Rand Paul.
 
Menurut Hess, salah seorang pesaing Hillary Clinton yang paling menarik tahun 2016 nanti adalah Jeb Bush.
 
Proses nominasi resmi baru akan dimulai dua tahun lagi, tetapi mereka yang berminat bertarung pada 2016 untuk merebut kedudukan di Gedung Putih diperkirakan mengambil keputusan selambat-lambatnya pada akhir tahun ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X