Permintaan Minyak Cengkeh Indonesia Melonjak di Australia - Kompas.com

Permintaan Minyak Cengkeh Indonesia Melonjak di Australia

Kompas.com - 05/02/2014, 11:08 WIB
mobile.kontan.co.id Cengkeh basah
Minyak cengkeh di Australia dikenal sebagai pencegah timbulnya jamur di berbagai permukaan, seperti baju dari kulit, karpet, dan juga perabotan dapur. Begitu digemarinya minyak ini, hingga toko-toko di Kota Darwin kehabisan persediaan. Kebanyakan minyak cengkeh ini berasal dari Indonesia.

Kota Darwin mendapat sekitar 700 milimeter hujan sejak awal 2014. Penduduk kota itu pun sibuk berbelanja produk-produk yang mencegah timbulnya jamur di rumah.

Salah satu pencegah jamur yang terkenal adalah minyak cengkeh. Namun, karena begitu banyak yang membeli produk ini, banyak toko kehabisan stok.

"Akhir-akhir ini cukup sibuk, banyak yang ingin membeli minyak cengkeh. Kita sepertinya selalu kehabisan stok," cerita Bree, yang bekerja di salah satu apotik kota itu, "Tapi ini baik untuk bisnis."

Kepala bagian Pengembangan Produk Perusahaan Oil of Cloves, Paul Shaw, mengatakan bahwa periode ini tiap tahun dikenal dalam industri sebagai 'musim jamur.'

"Di Australia saat ini, permintaan amat kuat, dan bisa saja terjadi kekurangan (minyak cengkeh) di bulan-bulan ini," ucapnya, " Darwin, beberapa kawasan di Queensland, di situlah jamur paling mudah tumbuh. Di iklim-iklim lembab."

'Musim jamur' tahun ini cukup bagus, dan dampaknya mengalir ke petani cengkeh, yang kebanyakan berada di Indonesia. Menurut Shaw, tidak ada produksi cengkeh komersial di Australia.

"Pohon cengkeh berasal dari Indonesia, dan butuh iklim yang amat hangat, lembab, tropis," ucapnya, " Jadi, tumbuhannya di tanam di sana, dan minyaknya biasanya diproduksi di dekat perkebunan itu untuk menjaga biaya transportasi tetap rendah, terutama karena banyaknya bahan yang dibutuhkan untuk membuat sebotol minyak cengkeh".

Di dunia, sekitar 50.000 ton minyak cengkeh diproduksi tiap tahun. Permintaan melonjak saat terjadi banjir yang mempengaruhi populasi-populasi berukuran besar, misalnya banjir di Brisbane yang terjadi dua tahun lalu.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X