Jerman Temukan 1.500 "Masterpieces" Jarahan Nazi Bernilai Rp 14,4 Triliun

Kompas.com - 04/11/2013, 08:57 WIB
Pemimpin Nazi, Adolf Hitler. BBCPemimpin Nazi, Adolf Hitler.
EditorEgidius Patnistik
BERLIN, KOMPAS.COM - Hampir 1.500 lukisan yang tak ternilai harganya, termasuk sejumlah karya Picasso dan Matisse, yang dulu dicuri Nazi telah ditemukan di sebuah flat di Munich, lapor sebuah media negara itu Minggu (3/11).

Mingguan Jerman, Focus, mengatakan, polisi mengetahui keberadaan lukisan-lukisan itu dalam sebuah penyelidikan tahun 2011 di sebuah apartemen milik seorang putra kolektor benda seni Hildebrand Gurlitt yang sudah berusia delapan puluh tahun, yang membeli lukisan-lukisan itu tahun 1930-an dan 1940-an. Penyelidikan dilakukan karena Cornelius Gurlitt, anak Hildebrand Gurlitt itu, dicurigai terkait penggelapan pajak, lapor Focus.

Laporan tersebut mengatakan, karya-karya itu diperkirakan bernilai sekitar 1,3 miliar dollar AS (atau Rp 14,4 triliun) di pasaran saat ini.

Karya-karya seni tersebut tersembunyi di tengah sejumlah stoples selai tua dan sampah di sejumlah kamar gelap di apartemen Gurlitt di kota di Jerman selatan itu selama lebih dari setengah abad, lapora majalah itu. Gurlitt, seorang pertapa tanpa pekerjaan, telah menjual beberapa selama bertahun-tahun dan hidup dari hasil penjualan itu, lapor Focus.

Ayahnya, walau bernenek seorang Yahudi, telah menjadi andalan para pejabat Nazi karena keahliannya di bidang seni dan jaringannya yang luas. Menteri propaganda Hitler, Joseph Goebbels, menugaskan Gurlitt untuk mengekspor karya seni, yang partai Nazi anggap "merosot" nilainya.

Koleksi itu mencakup banyak karya para master abad ke-20, di antaranya karya pelukis Jerman Emil Nolde, Franz Marc, Max Beckmann dan Max Liebermann. Di antara lukisan yang ditemukan itu, salah satunya adalah karya Henri Matisse yang dulu milik seorang kolektor Yahudi Paul Rosenberg. Rosenberg, yang melarikan diri dari Paris dan meninggalkan koleksinya, adalah kakek dari Anne Sinclair, mantan istri politisi Perancis yang terlibat skandal seks, Dominique Strauss-Kahn.

Para penyidik di kota Augsburg di Jermaan selatan, yang dikabarkan menangani kasus itu, menolak untuk mengomentari berita tersebut, lapor kantor berita Jerman DPA.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lukisan-lukisan tersebut disimpan dengan aman di sebuah gudang pabean di luar Munich, kata Focus.

Nazi secara besar-besaran menjarah karya seni di Jerman dan di seluruh Eropa sebelum dan selama Perang Dunia II. Mereka menyita banyak karya seni dari orang-orang Yahudi atau memaksa mereka untuk menjual karyanya dengan harga murah.

Antara tahun 1940 dan 1944, pasukan Jerman menyita sekitar 100.000 lukisan, karya seni, permadani dan barang antik dari rumah-rumah orang Yahudi di Perancis, melucuti hak-hak mereka berdasarkan undang-undang rasial yang diberlakukan pemerintah kolaborator. Ribuan karya seni curian tersebut sejak itu telah kembali ke pemiliknya atau keturunan mereka, tetapi lebih banyak lagi yang tidak pernah muncul lagi.

Tahun 2007, seorang ahli Jerman yang menerbitkan buku tentang karya seni yang dijarah, memperkirakan bahwa ada ribuan masterpieces dan puluhan ribu karya yang lebih rendah yang belum dikembalikan ke para pemiliknya yang sah. Minggu lalu, sebuah investigasi oleh museum Belanda mengungkapkan bahwa 139 karya seni mereka, termasuk sebuah karyara Matisse dan dua lukisan Kandinsky, mungkin telah dicuri Nazi.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X