Kompas.com - 29/10/2013, 04:17 WIB
Foto Mao Zedong terpampang seakan mengawasi warga China yang berada di Lapangan Tiananmen. DOKFoto Mao Zedong terpampang seakan mengawasi warga China yang berada di Lapangan Tiananmen.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BEIJING, KOMPAS.com — Lima orang termasuk seorang turis Filipina tewas dan 38 yang lain terluka setelah sebuah kendaraan menabrak kerumunan di Lapangan Tiananmen Beijing, China, Senin (28/10/2013). Mobil pun terbakar sesudah menabrak kerumunan itu.

Api dari kendaraan yang terbakar mengirimkan asap yang membubung ke udara di dekat potret raksasa Mao Zedong di salah satu ujung alun-alun. Lokasi tersebut merupakan tempat demonstrasi pro demokrasi pada 1989 yang dihancurkan dengan brutal oleh penguasa China.

Saksi menuturkan sebuah kendaraan SUV melaju di atas trotoar di luar Kota Terlarang, bekas istana kekaisaran China, sebelum menabrak kerumunan turis dan warga di Tiananmen. Rentetan kronologi ini mendorong mencuatnya dugaan bahwa insiden tersebut memang disengaja.

"Saya melihat sebuah mobil menikung dan tiba-tiba naik ke atas trotoar, terjadi cepat, dan langsung menghantam orang-orang," kata seorang saksi yang menolak disebutkan namanya, kepada AFP. "Terdengar ledakan dan saya melihat api. Kejadian itu sangat menakutkan," imbuh dia.

Petugas keamanan langsung memerintahkan para wisatawan dan warga kembali ke kendaraan masing-masing dan berhenti mengambil gambar dari lokasi tersebut. Beberapa gambar sempat terpublikasi melalui media sosial, tetapi beberapa menit kemudian menghilang. Jalan menuju lapangan pun langsung diblokade dan dipasangi penghalang.

Dua wartawan AFP sempat ditahan di dekat lokasi insiden itu. Semua gambar di peralatan digital mereka dihapus petugas keamanan. Kepolisian China merilis kabar insiden tersebut melalui Sina Weibo, semacam situs microblogging seperti Twitter yang dipakai luas di China. Akun terverifikasi kepolisian menyatakan, "Insiden itu menyebabkan lima orang tewas dan 38 luka-luka."

Korban tewas dalam insiden tersebut adalah pengemudi dan dua penumpang mobil, serta dua turis. Salah satu turis adalah warga negara Filipina, dan satu turis lain adalah warga Provinsi Guangdong di China Selatan.

Di antara korban luka terdapat tiga turis asal Filipina dan satu turis dari Jepang. Polisi mengatakan, mobil tersebut menabrak pagar pembatas Jinshui Bridge yang menghubungkan lapangan dengan Kota Terlarang, kemudian terbakar.

The Southern Metropolis Daily mengutip seorang wanita Filipina yang terluka bernama Francesca mengatakan, "Saya mendengar mobil membunyikan klakson, tapi saya melihat itu terlambat. Pikiran saya benar-benar kosong, dan ketika terbangun lagi saya benar-benar di tanah."

Pemerintah Filipina mengatakan, mereka telah diberi tahu tentang kematian salah satu warga negara mereka. "Biro keamanan publik Beijing memberi tahu kedutaan kami bahwa warga Filipina adalah salah satu dari mereka yang tewas dalam kecelakaan mobil di Lapangan Tiananmen. Tiga warga Filipina lainnya, (satu) laki-laki dan dua perempuan, juga terluka dan dibawa ke rumah sakit," ujar juru bicara kedutaan besar Filipina di China, Raul Hernandez, kepada AFP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.