Kompas.com - 26/10/2013, 17:34 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Iran akhirnya menggantung 16 orang yang disebut sebagai pemberontak usai baku-tembak semalaman antara kelompok itu dengan pasukan penjaga perbatasan Iran.

Menurut warta Kantor Berita Fars pada Sabtu (26/10/2013), awalnya terjadi baku tembak antara kelompok tersebut dengan penjaga perbatasan di Saravan. Perbatasan ini masuk wilayah Iran. "Mereka mencoba masuk ke wilayah Iran dari Pakistan,"kata Jaksa Penuntut Umum Provinsi Sistan-Baluchistan Mohammad Marzieh.

Dalam insiden kekerasan itu, Iran kehilangan nyawa 14 anggota pasukan perbatasannya. "Hukuman gantung dilaksanakan di Penjara Zahedan,"imbuh Marzieh.

Marzieh melanjutkan, kelompok yang disebut pemberontak itu acap menyasar warga sipil dan anggota pasukan keamanan perbatasan.

Kawasan perbatasan kedua negara bahkan acap menjadi lalu-lintas perdagangan narkoba ilegal. "Perbatasan juga sering dijadikan perlintasan pemberontak,"tambah Marzieh.

Provinsi Sistan-Baluchistan adalah wilayah dengan penduduk Islam Sunni. Di provinsi ini ada kelompok militan Sunni Jundallah. Dalam beberapa tahun silam, kelompok ini acap melakukan serangan mematikan.

Jundallah pada Oktober 2012 melakukan serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di utara Provinsi Sistan-Baluchistan. Insiden itu sedikitnya menewaskan dua orang.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.