Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/10/2013, 13:44 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Kopi adalah kehidupan bagi Kuba. Makanya, tatkala panen raya kopi dalam waktu dekat ini ketahuan bakal melimpah hasilnya, pemerintah Kuba cepat-cepat merekrut 5.000 relawan. Tugas mereka, memetik buah kopi di seantero negeri.

Warta Koran Juventud Rebelde pada Rabu (23/10/2013), menunjukkan pusat produksi kopi di Kuba adalah wilayah timur negeri itu. Persisnya di Provinsi Santiago de Cuba.

Menurut petinggi bidang pertanian pemerintah Kuba Manuel Arzuaga, pada dua minggu di bulan Oktober, buah kopi yang sudah dipetik mencapai mencapai 240.000 kaleng. Angka ini setara dengan 457 ton. "Tapi, hasil itu baru 32 persen dari total produksi kopi Kuba,"kata Arzuaga.

Manuel Arzuaga mengatakan Oktober adalah bulan paling penting bagi produksi tanaman kopi. "Soalnya, buah kopi memasuki masa kematangan sempurna,"tuturnya.

Catatan pemerintah Kuba menunjukkan ada target peningkatan produksi kopi musim ini di angka 5.700 ton. Besaran ini menanjak 34 persen ketimbang musim panen sebelumnya.   

Utama

Bagi Kuba, kopi adalah tanaman utama. Meski, pertanian kopi dalam beberapa tahun ini sempat terpuruk oleh lambannnya peremajaan tanaman kopi. Tak cuma itu, potensi kopi di Kuba tergerus pula oleh problem organisasi petani dan birokrasi pemerintah.

Sejatinya, sejak Presiden Raul Castro berkuasa pada 2008, sudah ada pencanangan peningkatan produksi kopi domestik. Selain itu, pemerintah pun mempertinggi target konsumsi kopi dalam negeri hingga 40 juta dollar AS. Kebijakan ini untuk membuat Kuba makin bersaing di pasar kopi internasional.

Pada 2016, Kuba mematok target ekspor kopi hingga 15.000 ton. Kendati begitu, Kuba masih mengunggulkan konsumsi domestik. Soalnya, rakyat Kuba sendiri mampu menyedot 24.000 ton kopi untuk kebutuhan mereka sendiri.


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.