Kemungkinan Yasser Arafat Tewas Diracun Makin Besar

Kompas.com - 14/10/2013, 19:05 WIB
Foto ini diambil pada 2004 saat Pemimpin Palestina Yasser Arafat akan berangkat ke Jordania lalu ke Perancis untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Arafat akhirnya meninggal dunia di Paris, Perancis. Muncul dugaan Arafat tewas akibat diracun. ODD ANDERSEN / AFPFoto ini diambil pada 2004 saat Pemimpin Palestina Yasser Arafat akan berangkat ke Jordania lalu ke Perancis untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Arafat akhirnya meninggal dunia di Paris, Perancis. Muncul dugaan Arafat tewas akibat diracun.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com — Para pakar radiasi Swiss, Senin (14/10/2013), mengatakan, mereka menemukan jejak polonium dalam pakaian yang digunakan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat. Jejak polonium ini semakin menguatkan kecurigaan bahwa Arafat meninggal dunia karena diracun.

"Sejumlah sampel termasuk darah dan urine mengandung kadar polonium 210 yang jauh lebih tinggi dari sampel sebelumnya," kata laporan pemeriksaan.

"Bukti-bukti ini mendukung kemungkinan Arafat diracun menggunakan polonium 210," tambah laporan tersebut.

Dengan menggunakan model komputer, para peneliti menemukan bahwa level polonium yang ditemukan tercatat hingga beberapa milibecquerel (mBq), satuan untuk menghitung kadar radioaktif.

Laporan itu menambahkan, gejala-gejala sakit yang ditunjukkan Arafat, seperti mual, muntah, kelelahan, dan sakit perut, "bisa jadi" adalah tanda-tanda keracunan polonium.

Maka dari itu, para peneliti menyayangkan tidak dilakukannya otopsi terhadap jasad Arafat.

"Sebuah otopsi bisa sangat berguna dalam kasus ini, meski mungkin tidak akan menemukan potensi keracunan polonium. Setidaknya sampel jaringan tubuh bisa disimpan untuk diuji pada lain waktu," masih isi laporan tersebut.

Polonium adalah sebuah elemen kimia yang ditemukan pada 1989 oleh pasangan ilmuwan Marie dan Pierre Curie. Polonium biasa ditemukan di dalam biji uranium.

Yasser Arafat meninggal dunia pada 11 November 2004 dalam usia 75 tahun di Perancis. Saat itu para dokter tidak bisa memastikan penyebab kematian Arafat.

Setelah meninggal dunia, atas permintaan istrinya, tidak dilakukan otopsi terhadap jasad Yasser Arafat.

Pada November 2012, jasad Arafat digali dan sejumlah sampel diambil untuk bahan investigasi kemungkinan pemimpin Palestina ini tewas karena diracun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X