Kompas.com - 11/10/2013, 11:18 WIB
Kota Canberra, Australia ABCKota Canberra, Australia
EditorEgidius Patnistik
Satu dari 13 warga Canberra harus berjuang keras untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan perumahan. Kondisi ini dikhawatirkan akan mendorong kian tajamnya kesenjangan sosial di ibukota Australia tersebut.

Riset terbaru yang dirilis Pusat Studi Sosial dan Ekonomi (Natsem) Universitas Canberra pekan ini menunjukkan, 28.639 orang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Menurut penulis laporan riset ini, Professor Robert Tanton, Kota Canberra saat ini terlalu mahal untuk biaya hidup, dan peningkatan itu didorong oleh melonjaknya harga sewa rumah.

Menurut dia, subsidi yang diterima warga kota dari Centrelink, sudah tidak memadai lagi. Centrelink adalah lembaga negara yang menangani pemberian subsidi bagi warga negara Australia, baik yang menganggur maupun yang berpendapatan rendah.

"Uang dari Centrelink tidak akan mencukupi lagi jika anda menyewa rumah di daerah tertentu," kata Prof. Tanton. "Jadi, meskipun anda menerima uang dari Centrelink yang jumlahnya sama dengan yang diterima warga di Sydney atau Melbourne, namun nilainya akan jauh berbeda dengan yang dirasakan warga Canberra," jelasnya.

Laporan ini, menurut dia, mempertimbangkan berbagai segi dalam isu kemiskinan. "Penelitian lain biasanya mengabaikan ketidakberuntungan sebagian warga Canberra karena mayoritas penduduk sebenarnya cukup kaya," kata Prof Tanton.

Canberra saat ini tercatat sebagai kota Australia dengan jumlah gelandangan yang paling tinggi, mencapai 1.785 orang.

Menurut Paul Rezise, CEO badan sosial St Vincent de Paul Canberra, kesenjangan sosial kian tajam di kota itu. "Satu hal penting jika anda miskin di sekeliling orang-orang kaya-raya, adalah anda akan sangat merasakan pendapatan anda yang rendah," katanya. "Coba pikir apa yang dirasakan anak-anak miskin yang tak mampu beli seragam sementara bagi anak-anak lainnya hal itu bukanlah isu sama sekali".



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X