Kompas.com - 28/09/2013, 04:26 WIB
Perdana Menteri Australia Tony Abbot Dok Tribunnews.comPerdana Menteri Australia Tony Abbot
|
EditorPalupi Annisa Auliani
CANBERRA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott akan bertemu Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraan di Jakarta, Senin (30/9/2013). Beragam isu akan menjadi topik pembicaraan pertemuan, mulai dari pencari suaka, pendidikan, sampai perdagangan.

Abbott akan didampingi Menteri Luar Negeri Julie Bishop dan Menteri Perdagangan Andrew Robb dalam kunjungan ke luar negeri pertamanya setelah memenangi pemilu pada 7 September 2013. Diperkirakan kebijakan baru Australia yang akan mengirim kembali perahu pencari suaka ke Indonesia akan menjadi topik penting dalam pembicaraan ini.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sebelumnya mengatakan bahwa pelanggaran perbatasan dapat mengganggu hubungan kedua negara. Namun, Abbott mengatakan hubungan antara kedua negara cukup dekat dan kedekatan ini tecermin dalam berbagai bidang.

"Hubungan Australia-Indonesia tidak hanya ditentukan oleh soal perahu pencari suaka yang saya yakin akan segera berlalu," tutur Abbott pada Radio Fairfax, Jumat (27/9/2013). "Oleh karena itu, penting sekali untuk menyelesaikan soal perahu pencari suaka ini. Saya tidak mau hubungan kedua negara menjadi sulit karena soal ini," ujar dia seperti dikutup skynews.com.au, Jumat.

Abbott pun berjanji mengembalikan fokus diplomasi dan perdagangan Australia pada Asia Pasifik yang menurutnya telah menurun selama pemerintahan Partai Buruh. Dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin, disusul dengan pembicaraan tingkat menteri di kedua negara.

Isu penting lain yang diperkirakan akan dibicarakan pula dalam pertemuan kedua kepala pemerintahan tersebut adalah pemulihan kuota ekspor sapi potong dari Australia, juga peningkatan kerja sama sektor pelayanan keuangan, infrastruktur, dan pendidikan.

Dalam kampanyenya, kubu koalisi berjanji akan menyediakan 100 juta dollar atau sekitar Rp 1 triliun untuk memulai New Colombo Plan pada 2014 untuk Indonesia. Sebelumnya, Colombo Plan telah membawa sekitar 40.000 calon pelajar Indonesia ke Australia. Dalam usulan baru program tersebut, akan ditambahkan klausul baru bahwa para lulusan universitas di Australia juga akan dikirim ke Indonesia untuk belajar dan magang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.