Kompas.com - 27/09/2013, 17:44 WIB
EditorErvan Hardoko

MELBOURNE, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Jumat (27/9/2013), membantah adanya ketegangan diplomatik dengan Indonesia terkait kebijakan pencari suaka Australia.

Pemimpin baru Australia itu mengatakan, para pencari suaka yang tiba dengan kapal akan dikembalikan ke wilayah Indonesia.

Abbott mengeluarkan bantahan tersebut pada Jumat (27/9), menjelang kunjungan resmi ke Indonesia.

Menurutnya, isu pencari suaka "masalah kecil" dan tidak akan memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

Komentar itu disampaikan tidak lama setelah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, berdasarkan laporan sejumlah media, mengatakan tidak bermaksud memublikasikan kekhawatiran Indonesia terhadap rencana Australia itu.

Ringkasan laporan tentang pertemuan pribadi antara Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan Menlu Australia Julie Bishop dikirimkan melalui e-mail oleh Kemenlu Indonesia.

Dalam e-mail itu disebutkan bahwa kedua menteri mendiskusikan rencana Koalisi Australia untuk mengembalikan kapal imigran dan bahwa Australia ingin menyelesaikan isu ini "di belakang layar" dan "dengan rahasia."

Tertulis pula bahwa rencana Australia dapat membahayakan kepercayaan dan kerja sama di antara kedua negara.

Hari ini Kementerian Luar Negeri Indonesia mengeluarkan "koreksi" dan mengatakan bahwa informasi dalam nota ringkasan itu tidak ditujukan untuk media dan bahwa pertemuan tersebut bersifat rahasia serta tidak ada pernyataan pers.

Dalam beberapa bulan terakhir, ada sejumlah kapal yang tenggelam di tengah perjalanan menuju Australia dari Indonesia. Mayoritas pencari suaka berasal dari Sri Lanka, Iran, Irak, dan Afganistan.

Kebijakan untuk mengembalikan kapal ini diumumkan setelah pelantikan Abbott di Canberra pada pekan lalu dan militer ditugaskan untuk memimpin operasi ini.

Abbott mengatakan saat itu, ia ingin "mengirim pesan kepada penyelundup manusia bahwa mulai hari ini bisnis mereka telah berakhir."

Abbott akan mengunjungi Indonesia pada hari Senin (30 September) untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.