Kompas.com - 30/08/2013, 20:20 WIB
Steven Tari. Sky NewsSteven Tari.
EditorErvan Hardoko
PORT MORESBY, KOMPAS.com — Seorang pemimpin sekte keagamaan di Papua Niugini yang dikenal karena aksi kanibalismenya Steven Tari, dikabarkan tewas dikeroyok massa di sebuah desa.

Steven Tari atau dikenal dengan nama Black Jesus, sebenarnya tengah menjalani hukuman penjara atas kasus pemerkosaan yang dilakukannya.

Namun, Tari berhasil kabur ketika terjadi pembobolan penjara massal pada Maret lalu.

Kepala kepolisian PNG Sylvester Kalaut mengatakan Tari dan salah seorang pengikutnya tewas dibunuh di sebuah desa dekat kota Madang, Kamis (29/8/2013).

Tari dan pengikutnya tewas dikeroyok massa setelah menyerang seorang perempuan muda.

"Dia sudah tewas dan itu mungkin sudah menjadi takdir orang yang melarikan diri dari pemerintah. Saya memperingatkan dan mendesak agar para pelarian penjara segera menyerahkan diri," kata Kalaut seperti dikutip harian Post-Courier.

Polisi menyatakan, perempuan yang diserang Tari adalah seorang penjual bunga yang akan ditipunya untuk ikut dalam sekte agama yang dipimpinnya.

"Warga desa kemudian mengepung Tari dan pengikutnya, lalu mengeroyoknya hingga tewas," kata Kalaut.

Tari, seorang pendeta gagal, dinyatakan bersalah memerkosa sejumlah gadis dengan alasan keagamaan pada 2010. Atas perbuatannya, pengadilan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara.

Sebelum dipenjara, Tari memiliki ribuan pengikut di berbagai desa di pedalaman PNG. Dia bahkan memiliki pengawal bersenjata untuk melindunginya.

Saat itu, Tari berkhotbah para perempuan muda harus menikah dengannya untuk memenuhi perintah Tuhan.

Papua Niugini, yang menempati separuh dari Pulau Papua, merupakan salah satu negara yang paling sedikit dieksplorasi di dunia. Sihir dan kanibalisme sering dipraktikkan di negeri ini.

Tahun lalu, polisi menangkap puluhan orang terkait tuduhan kanibalisme yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Para pelaku kanibalisme ini membunuh para korbannya sebelum memakan otak mereka dan membuat sup dari potongan tubuh para korbannya.



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X