Kompas.com - 28/08/2013, 18:00 WIB
Aviation Boatswain's Mate 2nd Class Christiana Marszalek, memberi sinyal kepada AV-8B Harrier lepas landas dari kapal serbu amfibi USS Kearsarge, 29 Maret 2013 di Laut Mediterania. Pasukan militer AS telah bersiap jika dipanggil untuk menyerang rezim Suriah, kata Menteri Pertahanan Chuck Hagel kepada BBC, 27 Agustus 2013. AFP PHOTO/US NAVY - Corbin SheaAviation Boatswain's Mate 2nd Class Christiana Marszalek, memberi sinyal kepada AV-8B Harrier lepas landas dari kapal serbu amfibi USS Kearsarge, 29 Maret 2013 di Laut Mediterania. Pasukan militer AS telah bersiap jika dipanggil untuk menyerang rezim Suriah, kata Menteri Pertahanan Chuck Hagel kepada BBC, 27 Agustus 2013.
EditorEgidius Patnistik
DEN HAAG, KOMPAS.COM - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, Rabu (28/8), menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB yang terbelah untuk bersatu dan membawa perdamaian ke Suriah. Ban menyerukan hal itu saat Barat siap dengan kemungkinan serangan militer terhadap Damaskus.

"Suriah merupakan tantangan terbesar tentang perang dan perdamaian di dunia saat ini. Lembaga yang dipercayakan untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional tidak boleh alpa dalam aksi," kata Ban. Ia merujuk kepada Dewan Keamanan.

"Dewan itu harus akhirnya menemukan kesatuan untuk bertindak. Dewan harus menggunakan kewenangannya untuk perdamaian," kata Sekjen PBB itu dalam sebuah pidato di Den Haag, Belanda, di mana ia menghadiri perayaan satu abad Peace Palace, tempat kedudukan Mahkamah Internasional PBB. "Rakyat Suriah menginginkan solusi, bukan diam."

Komentar Ban itu muncul saat Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya sedang menyusun rencana aksi militer terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad terkait dugaan serangan dengan senjata kimia, meski ada peringatan keras dari Rusia.

Sekjen PBB tersebut meminta lebih banyak waktu buat para inpektur senjata PBB guna menyelidiki klaim tentang serangan kimia minggu lalu itu, dan membuat desakan kuat untuk solusi diplomatik. "Kita harus mengejar semua jalan untuk membawa para pihak ke meja perundingan," katanya.

Dia juga memperingatkan bahwa setiap langkah memasok senjata kepada kedua pihak yang bertikai di Suriah hanya akan memperburuk situasi. "Bagi mereka yang menyediakan senjata buat kedua pihak, kita harus bertanya: apa yang dicapai dengan senjata-senjata itu selain pertumpahan darah? Logika militer telah memberikan kepada kita sebuah negara yang di ambang kehancuran total, sebuah kawasan dalam kekacauan dan ancaman global. Mengapa menambahkan lebih banyak bahan bakar ke dalam api itu? "

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.