Kebakaran di Taman Nasional Yosemite Semakin Meluas

Kompas.com - 27/08/2013, 13:44 WIB
Seorang petugas pemadam kebakaran sedang berjuang mengendalikan api yang membakar sebagian wilayah Taman Nasional Yosemite, California, AS. JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPSeorang petugas pemadam kebakaran sedang berjuang mengendalikan api yang membakar sebagian wilayah Taman Nasional Yosemite, California, AS.
EditorErvan Hardoko

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Kebakaran besar yang melanda Taman Nasional Yosemite California, Amerika Serikat, telah terus menyebar dan kini mencakup kawasan seluas hampir 600 kilometer persegi.

Kebakaran itu juga telah menyebabkan hujan abu di waduk utama yang memasok air dan listrik ke San Francisco.

Pejabat kota mengatakan, mereka mengalirkan air ke waduk yang lebih rendah dan memonitor kadar kontaminasi.

Kebakaran ini juga mengancam ribuan rumah dan beberapa pohon raksasa ternama California.

Angin kencang membuat api lebih sulit untuk dikontrol.

"Api ini terus menyebabkan semua tantangan bagi kami," kata Daniel Berlant dari Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California.

"Ini adalah pemadaman kebakaran yang sangat sulit."

Kebakaran dimulai pada tanggal 17 Agustus di Hutan Nasional Stanislaus, tetapi penyebabnya masih belum diketahui.

Air bersih terancam

Sekitar 2.800 petugas pemadam kebakaran kini berjuang menangani api di medan yang sangat sulit.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X