Kompas.com - 16/08/2013, 14:22 WIB
Aksi Cepat Tanggap (ACT) melepaskan tim SOS Egypt pada hari Jumat (16/8/2013), di Mesjid Al-Azhar Kebayoran Baru. Gelombang pertama pemberangkatan adalah Tim survey dengan jumlah 3 orang yang dipimpin Doddy CHP dan 2 orang dokter, dr. Lukmanul Hakim dan Aris Purbo Swasono. Tim awal ini membawa Rp 1 miliar yang kemudian akan dibelikan obatsesampainya di Mesir. KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIAksi Cepat Tanggap (ACT) melepaskan tim SOS Egypt pada hari Jumat (16/8/2013), di Mesjid Al-Azhar Kebayoran Baru. Gelombang pertama pemberangkatan adalah Tim survey dengan jumlah 3 orang yang dipimpin Doddy CHP dan 2 orang dokter, dr. Lukmanul Hakim dan Aris Purbo Swasono. Tim awal ini membawa Rp 1 miliar yang kemudian akan dibelikan obatsesampainya di Mesir.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi Mesir akibat perang saudara menggugah rasa kemanusiaan Tim Symphaty of Solidarity (SOS) Egypt. Dengan membawa uang Rp 1 miliar, tim kemanusiaan ini akan berangkat ke Mesir untuk memberikan bantuan medis kepada para korban.

Tim kemanusiaan ini sudah berpengalaman memasuki kawasan krisis dan konflik kemanusiaan, seperti Palestina dan Myanmar. Kali ini, mereka akan berangkat dari Jakarta menuju Mesir pada Minggu (18/8/2013). Menurut pimpinan tim kemanusiaan itu, Doddy CHP, yang akan berangkat terlebih dahulu adalah dia dan dua orang dokter.

"Kami berangkat dengan membawa dana sebesar Rp 1 miliar yang kemudian akan dibelikan obat di sana," ujar Doddy di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2013).

Doddy mengatakan, misi pertama yang akan dilakukan adalah terjun mengobati korban yang luka di tempat pengobatan massal. Selain itu, mereka juga akan melihat kondisi pangan dan medis yang diperlukan di sana.

Tim ini merupakan tim gelombang pertama. Gelombang kedua akan diberangkatkan bulan September. Relawan yang masih dicari saat ini adalah dari pihak medis. Menurut Doddy, jumlah relawan yang berangkat bisa mencapai 50-100 orang.

Hingga Jumat ini, Kementerian Kesehatan Mesir menyebut jumlah korban tewas mencapai 638 orang dan tak kurang dari 4.000 orang terluka dalam insiden berdarah yang bermula dari upaya paksa pihak keamanan Mesir mengusir demonstran pendukung presiden terguling Mesir Muhammad Mursi pada Rabu (14/8/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.