Kompas.com - 13/08/2013, 13:22 WIB
Setelah Moammar Khadaffy tumbang, milisi bersenjata banyak berkeliaran di seluruh Libya dan tak jarang mereka menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan negeri itu. ReutersSetelah Moammar Khadaffy tumbang, milisi bersenjata banyak berkeliaran di seluruh Libya dan tak jarang mereka menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan negeri itu.
EditorEgidius Patnistik
TRIPOLI, KOMPAS.com — Sebanyak 14.000 tahanan yang melarikan diri dari berbagai pusat penahanan di Libya setelah pemberontakan rakyat terhadap Moammar Khadafy tahun 2011 masih dalam pelarian. Demikian kata Menteri Dalam Negeri Libya, Mohamad al-Cheikh, Senin (12/8/2013).

Al-Cheikh menyatakan hal itu kurang dari tiga minggu setelah lebih dari 1.200 tahanan melarikan diri dalam kerusuhan di penjara di Benghazi, kota di timur Libya. Ia mengatakan, para pejabat Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kehakiman "sedang bekerja sama untuk mengembalikan mereka ke penjara sehingga mereka dapat menjalani hukumannya".

"Tidak kurang dari 14.000 mantan tahanan yang sedang menjalani hukuman, termasuk hukuman mati dan hukuman seumur hidup, masih benar-benar bebas setelah melarikan diri dari penjara," kata Cheikh. "Situasi ini merupakan salah satu masalah buat Libya," kata pejabat itu kepada kantor berita resmi Lana.

Pemerintah Libya telah berjuang untuk membangun kembali hukum dan ketertiban umum dan membentuk polisi dan militer profesional sejak jatuhnya rezim diktator Khadafy.

Pada 1 Agustus, terjadi lagi insiden yang merupakan yang terbaru dalam serangkaian insiden. Sebanyak 18 tahanan melarikan diri dalam serangan terhadap sebuah kendaraan polisi Libya yang sedang membawa para tahanan itu kembali ke penjara dari gedung pengadilan di ibu kota. Insiden itu terjadi kurang dari seminggu setelah kerusuhan dan penyerangan penjara Benghazi.

April lalu, sejumlah pria bersenjata menyerang sebuah konvoi tahanan di dekat Tripoli. Serangan itu menewaskan seorang tahanan dan melukai sejumlah orang lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.