Kompas.com - 11/08/2013, 05:55 WIB
Foto ini diambil pada 30 April 2011 memperlihatkan seorang pengungsi berada di belakang pagar kawat yang membatasi kamp detensi imigrasi Amygdaleza, Athena, Yunani. AFPFoto ini diambil pada 30 April 2011 memperlihatkan seorang pengungsi berada di belakang pagar kawat yang membatasi kamp detensi imigrasi Amygdaleza, Athena, Yunani.
EditorErvan Hardoko
ATHENA, KOMPAS.com - Pemerintah Yunani, Sabtu (10/8/2013), mengerahkam pasukan polisi anti-kerusuhan untuk menangani amukan para pengungsi di kamp detensi imigrasi Amygdaleza di luar ibu kota Athena.

Para pengungsi di kamp itu melempari polisi menggunakan batu dan membakar tempat penampungan mereka. Tayangan televisi memperlihatkan api berkobar di dalam kamp yang menampung 1.200 orang pengungsi yang sebagian besar berasal dari Asia itu.

"Sebanyak 10 orang polisi cedera karena lemparan batu dan benda-benda lainnya," kata seorang juru bicara kepolisian.

"Para pengungsi membakar tempat tidur dan tempat penampungan mereka. Namun, polisi yang dikirim sudah berhasil mengatasi situasi," tambah dia.

Amygdaleza adalah satu dari beberapa pusat detensi pengungsi yang dibangun tahun lalu untuk membantu proses repatriasi ribuan imigran gelap.

Kepolisian Yunani mengatakan kerusuhan berawal ketika para pengungsi diberi tahu bahwa masa tinggal maksimum di dalam kamp akan ditambah menjadi 18 bulan.

Sebelumnya, masa detensi ditetapkan maksimal hanya satu tahun.

Sementara itu, para aktivis HAM mengatakan, para pengungsi di kamp tersebut kerap menjadi korban kekerasan polisi dan tidak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Pekan lalu, kelompok pejuang HAM berhaluan kiri KEERFA mengatakan para penjaga kamp memukuli pengungsi Muslim yang tengah bersembahyang.

Pada Juli lalu, KEERFA melaporkan seorang pengungsi Afganistan meninggal dunia karena infeksi paru-paru yang diabaikan para penjaga selama berbulan-bulan.

Yunani selama ini menjadi pintu gerbang menuju Uni Eropa bagi imigran dan pengungsi dari negara-negara miskin atau yang tengah dikoyak perang di Afrika, Timur Tengah dan Asia, khususnya India



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X