Kompas.com - 29/07/2013, 15:53 WIB
Menlu AS John Kerry bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Shimon Peres di Amman, Jordania pada Mei lalu. Para pemimpin Israel dan Palestina setuju untuk kembali menggelar perundingan damai yang terhenti sejak 2010. AFPMenlu AS John Kerry bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Shimon Peres di Amman, Jordania pada Mei lalu. Para pemimpin Israel dan Palestina setuju untuk kembali menggelar perundingan damai yang terhenti sejak 2010.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Pembicaraan damai Israel dan Palestina yang sejak 2010 macet, akan dimulai kembali di Washington DC, Senin (29/7/2013). Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri AS.

"Pertemuan awal delegasi Israel dan Palestina akan digelar Senin 29 Juli dan Selasa 30 Juli malam," kata Juru Bicara Kemenlu AS Jen Psaki.

Kepastian dimulainya kembali pembicaraan ini berbarengan dengan keputusan Israel membebaskan lebih dari 100 tahanan Palestina.

Pertemuan kedua negara ini adalah pembicaraan langsung keduanya sejak pembicaraan damai terhenti pada September 2010.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry sudah meminta Presiden Mahmoud Abbas dan PM Benyamin Netanyahu untuk mengirimkan delegasi guna menghadiri pembicaraan langsung ini.

Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni dan juru runding Yitzhak Molcho telah dikirim untuk pembicaraan awal ini. Sementara Palestina mengirim juru runding senior Saeb Erakat dan Mohammed Shtayyeh.

Perjuangan untuk mencapai kesepakatan damai antara dunia Arab dan Israel hanya menghasilkan sedikit kemajuan selama beberapa dekade terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembicaraan damai benar-benar terhenti pada 2010 ketik Israel menolak untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

"Seperti yang diumumkan Menlu John Kerry di Amman, Jordania, pada 19 Juli lalu, Israel dan Palestina telah mencapai kesepakatan dasar untuk memulai kembali pembicaraan langsung kedua negara," demikian pernyataan Pemerintah AS.

"Pertemuan di Washington akan menandai awal pembicaraan itu. Para delegasi akan mendiskusikan sebuah rencana kerja tentang bagaimana para pihak melanjutkan negosiasi di bulan-bulan mendatang."



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.