Kecelakaan Maut Kereta Spanyol, Korban Masih Mungkin Bertambah

Kompas.com - 26/07/2013, 06:12 WIB
Sebuah kereta rute dari Madrid ke Ferrol di barat laut Spanyol, keluar dari lintasan di sebuah tikungan di dekat kota Santiago de Compostela, Rabu (24/7/2013) siang waktu setempat atau Kamis (25/7/2013) dini hari waktu Indonesia. OSCAR CORRAL / AFP OSCAR CORRAL / AFPSebuah kereta rute dari Madrid ke Ferrol di barat laut Spanyol, keluar dari lintasan di sebuah tikungan di dekat kota Santiago de Compostela, Rabu (24/7/2013) siang waktu setempat atau Kamis (25/7/2013) dini hari waktu Indonesia. OSCAR CORRAL / AFP
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SANTIAGO DE COMPOSTELA, KOMPAS.com — Kepolisian Spanyol masih terus menyidik penyebab kecelakaan kereta cepat yang menewaskan tak kurang dari 80 orang pada Rabu (24/7/2013) siang waktu setempat. Pemerintah Spanyol menetapkan 3 hari berkabung nasional untuk kecelakaan ini.

Menteri Kesehatan Spanyol Rocio Mosquera mengatakan, jumlah korban tewas masih mungkin bertambah. Saat ini terdata 178 penumpang mengalami luka, termasuk 94 orang yang masih dirawat di rumah sakit. Dari jumlah korban yang masih dirawat di rumah sakit, 32 di antaranya dalam kondisi kritis termasuk 4 anak-anak.

Data dari Renfe menyebutkan, saat kecelakaan kereta itu mengangkut 218 penumpang dan 4 kru. Namun, data korban memperlihatkan kereta ditumpangi tak kurang dari 250 orang.

Seorang pejabat pemerintah lokal di wilayah Galicia mengatakan ada 80 orang dipastikan tewas. Kecelakaan ini menjadi yang terburuk dalam sejarah perkeretaapian Spanyol, sejak 1944 ketika ratusan orang tewas setelah dua kereta bertabrakan di rute yang sama antara Madrid dan Galicia ini.

Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa setidaknya satu warga negara Amerika meninggal dan lima lainnya terluka dalam kecelakaan itu. Presiden Barack Obama menyatakan "terkejut dan sedih" atas kecelakaan tragis tersebut, dalam sebuah pernyataan.


Masinis yang mengalami luka dalam kecelakaan ini akan diperiksa di rumah sakit tempat dia dirawat dengan pengawasan kepolisian. Keputusan ini ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Galicia yang membawahi lokasi kecelakaan dalam wilayah hukumnya. Dalam tahap ini, ujar pernyataan itu, belum ada penangkapan. Pemeriksaan semula dijadwalkan pada Kamis (25/7/2013), tetapi hingga petang hari tidak terjadi.

Perusahaan kereta negara yang mengoperasikan kereta tersebut, Renfe, menyatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kecelakaan. Namun, media setempat berpendapat kereta itu melaju dengan kecepatan dua kali lipat dari batas yang ditentukan untuk melaju di tikungan tajam, yang menyebabkannya terempas keluar rel di dekat kota barat laut Santiago de Compostela.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, yang berasal dari Santiago de Compostela, menyebut hari terjadinya kecelakaan itu sebagai "hari menyedihkan". Dia mengumumkan tiga hari berkabung di Spanyol.

Kereta "terbang" dari trek dan membalik ke samping dalam perjalanan dari Madrid menuju kota pelabuhan Ferrol. Lokasi kecelakaan mendekati kota ziarah umat Kristiani, Santiago de Compostela.

Raja Juan Carlos mengatakan bahwa "semua orang Spanyol akan dipersatukan oleh rasa sakit yang diderita oleh keluarga korban".

Kereta diduga melaju dengan kecepatan 190 kilometer per jam saat melintasi tikungan maut itu. Sementara itu, batas kecepatan di bagian itu adalah 80 kilometer per jam. Data perjalanan kereta dan dokumen lainnya kini sudah ada di tangan hakim yang akan menangani kecelakaan ini, berdasarkan pernyataan Pengadilan Tinggi Galicia.

Renfe mengatakan, kereta tersebut tidak punya masalah teknis atau baru saja menjalani pemeriksaan pada pagi di hari kecelakaan itu. 


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X