Korban Tewas Jadi 80 Orang, Polisi Spanyol Periksa Masinis

Kompas.com - 25/07/2013, 22:46 WIB
Detik-detik tergelincirnya kereta api di Santiago de Compostela, Spanyol terekam kamera CCTV. Kecelakaan yang disebut sebagai yang terburuk di Spanyol sejak 1944 itu sejauh ini sudah menewaskan 80 orang. HO / AFPDetik-detik tergelincirnya kereta api di Santiago de Compostela, Spanyol terekam kamera CCTV. Kecelakaan yang disebut sebagai yang terburuk di Spanyol sejak 1944 itu sejauh ini sudah menewaskan 80 orang.
EditorErvan Hardoko
MADRID, KOMPAS.com - Salah satu masinis kereta api yang tergelincir dan menewaskan 80 orang penumpangnya menjalani pemeriksaan di kepolisian, Kamis (25/7/2013).

"Hakim meminta polisi untuk memeriksa masinis kereta api," kata juru bicara pengadilan tinggi Galicia, lokasi kecelakaan kereta api itu.

Sejumlah sumber mengatakan, masinis yang belum disebutkan namanya itu akan didampingi seorang pengacara dalam proses pemeriksaan.

Penyebab kecelakaan sejauh ini belum diketahui, tetapi diduga kereta api itu melaju terlalu kencang. Padahal, kecepatan maksimal yang diperbolehkan adalah 80 kilometer per jam.

Harian El Pais melaporkan, masinis sempat mengatakan kepada para pengelola kereta api sesaat sebelum kecelakaan terjadi bahwa kereta api tengah melaju dalam kecepatan 190 kilometer per jam.

Kemungkinan ini juga dikemukakan Menteri Transportasi Spanyol Rafael Catala kepada stasiun Cadena Ser.

"Tragedi yang terjadi di Santiago de Compostela nampaknya diakibatkan kecepatan yang terlalu tinggi, namun kami masih menunggu hasil penyelidikan," ujar Rafael.

Kecelakaan kereta api ini merupakan  tragedi terburuk di Spanyol sejak 1944.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X