Salin Artikel

Pria Ini Tuduh Presiden Duterte Terlibat dalam Perdagangan Narkoba

Sebelumnya, sosok berkerudung dengan nama samaran Bikoy mengaku pernah menyimpan data finansial dari para pengedar narkoba yang pernah berurusan dengan keluarga Duterte.

Dilaporkan SCMP Senin (6/5/20190, sosok berkacamata bernama Peter Joemel Advincula mengaku sebagai sosok Bikoy yang menuduh anak serta staf Duterte merupakan "tokoh kunci" peredaran narkoba Filipina.

Reaksi pun datang dari Istana Malacanang. "Sejauh yang kami pahami, video itu merupakan propaganda hitam melawan pemerintah," tegas juru bicara Salvador Panelo.

Advincula yang disebut berusia antara 30-40 tahun berkata dia memutuskan membuka jati dirinya supaya bisa mengajukan gugatan hukum setelah mendapat ancaman mati.

Selain itu, dia juga mempunyai alasan khusus. "Saya melihat banyak keluarga yang terpecah dan rusak karena narkoba," tegas Advincula dalam konferensi pers.

Dia mengaku tidak terafiliasi dengan oposisi atau partai manapun. Namun, tuduhannya terjadi jelang pelaksanaan kampanye pemilu sela Filipina.

Senin pekan depan (13/5/2019), 61,8 juta warga bakal memberikan suara kepada ribuan perwakilan pemerintah lokal, 303 anggota kongres, serta 12 senator.

Delapan kandidat yang didukung Duterte, termasuk mantan staf kepresidenan Christopher Go yang disebut juga menerima cipratan uang, dijagokan bakal menang.

Advincula datang ke markas grup pengacara Filipina di mana dia bisa meminta pendampingan hukum untuk melaporkan mereka yang terlibat dalam sindikat narkoba.

Menggunakan nama Bikoy, Advincula tampil dalam lima video yang diunggah ke YouTube sejak 31 Maret. Dia berkata sindikat itu mengirim uang kepada "pengatur finansial" di Hong Kong guna keperluan validasi.

Duterte dia sebut sering mengunjungi Hong Kong bersama seorang rekan bernama Cielito "Honeylet" Avancena dan putrinya, Veronica.

Dia mengklaim mempunyai detil transaksi karena pernah menjadi anggota tim yang mempersiapkan jumlah uang bulanan beserta kode penerima dan jumlah uang yang dikirim.

Advincula menuturkan anggota senior sindikat, termasuk Go dan putra Duterte Paolo, mempunyai tato di tubuh yang dipergunakan sebagai kode untuk berhubungan.

Go yang mengincar kursi Senat menyatakan Advincula seharusnya pergi ke rumah sakit jiwa alih-alih kantor pengacara dan menuduhnya melakukan propaganda.

Bahkan Go sampai harus membuka pakaiannya untuk menunjukkan dia tidak mempunyai tato seperti yang dituduhkan oleh Advincula.

Ketua Hakim Guevarra mengatakan Advincula seharusnya pergi ke Badan Investigasi Nasional (NBI) dan mengisi laporan jika dia memang mempunyai bukti.

https://internasional.kompas.com/read/2019/05/07/14403421/pria-ini-tuduh-presiden-duterte-terlibat-dalam-perdagangan-narkoba

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.