Salin Artikel

Korban Tewas Ledakan Pipa Bahan Bakar Ilegal di Meksiko Capai 85 Orang

Pencarian korban ledakan di jalur pipa ilegal di kota Tlahuelilpan, Negara Bagian Hidalgo, dinyatakan berakhir pada Sabtu tengah malam (19/1/2019).

AFP memberitakan Senin (21/1/2019), Menteri Kesehatan Jorge Alcocer menyatakan selain 85 korban tewas, 58 korban menjalani perawatan.

Sebagian korban dengan kondisi sangat parah dilaporkan dirujuk ke ibu kota Mexico City untuk mendapat perawatan intensif.

Masyarakat sekitar meminta pemerintah untuk tersu melanjutkan pencarian, dan mendesak pakar forensik diterjunkan untuk mempercepat proses.

Sementara untuk jenazah yang sudah ditemukan proses penyerahan kepada keluarga berlangsung lambat karena ada yang kondisinya sulit dikenali.

Kantor Jaksa Penuntut Hidalgo menuturkan 54 jenazah yang ditemukan tidak bisa diidentifikasi. Karena itu memerlukan pemeriksaan DNA.

"Dia sudah pergi untuk selamanya," ratap seorang perempuan ketika jenazah Cesar Jimenez diserahkan kepada gereja untuk dilakukan misa pemakaman.

Sementara di pusat kebudayaan, ada masyarakat yang menempelkan foto anggota keluarga mereka yang hingga saat ini belum ditemukan.

Moises Mejia mengaku sudah muak mencari informasi dari setiap rumah sakit terkait keberadaan istrinya Karina Ugalde dan saudaranya, Angelica.

"Saya memberikan sampel DNA dari ayah mereka untuk melihat apakah mereka di dekat Tula. Seharusnya pemerintah mencari dekat lokasi kejadian," keluh Mejia.

Sementara warga lain yang bernama Antonio Garcia juga berusaha mencari keberadaan sepupunya Lupillo yang masih berumur 17 tahun.

"Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan hingga pergi ke sana (lokasi kejadian). Saya tidak mengerti mengapa dia mesti mencarinya," ujar Garcia.

Ketika insiden ledakan terjadi, ratusan orang berada di tempat di mana para pencuri menyadap saluran pipa bahan bakar Tlahuelilpan.

Gambar yang diambil media lokal menunjukkan semburan bahan bakar keluar dari pipa tatkala orang mulai berkumpul mengumpulkannya dengan ember dan jerigen.

Jaksa Agung Alejandro Gertz berjanji bakal mengusut kasus itu, dan menemukan pelaku yang telah menyebabkan tragedi tersebut.

Insiden itu terjadi setelah pemerintahan baru di bawah Presiden Manuel Lopez Obrador mencanangkan kebijakan kontroversial melawan pencuri bahan bakar.

Dia memerintahkan penutupan saluran pipa utama di perusahaan negara Pemex hingga jajarannya menemukan solusi menangkal pencurian bahan bakar.

Namun karena kebijakan tersebut, pasokan bahan bakar di seantero Meksiko berkurang, dan membuat orang harus antri berjam-jam.

https://internasional.kompas.com/read/2019/01/21/14015001/korban-tewas-ledakan-pipa-bahan-bakar-ilegal-di-meksiko-capai-85-orang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke