Salin Artikel

Kisah Para Pahlawan Penyelamat Remaja yang Terjebak di Goa (2)

Sebab, mereka harus menempuh 4 kilometer, kadang disertai berenang di air yang kotor dan gelap, untuk mencapai dan mengeluarkan ke-13 orang dari goa.

Terdapat 90 orang penyelam, terdiri dari 40 penyelam lokal dan elite angkatan laut, serta 50 penyelam seluruh dunia yang berpartisipasi dalam operasi evakuasi tersebut.

Mereka dipimpin Rick Stanton dan John Volanthen, dua penyelam asal Inggris yang pertama kali menemukan mereka pekan lalu (2/7/2018).

Keduanya pernah menyelam bersama pada 2010 ketika menyelamatkan kolega mereka, penyelam asal Perancis, Eric Establie, pada 2010.

Saat itu, Establie tengah dalam misi melakukan pemetaan Ardeche Gorge di dekat Marseille ketika sebuah batu jatuh dan menutup pintu masuk.

Bersama penyelam dari pasukan Inggris (RAF), Stanton dan Volanthen berhasil menemukan Establie 780 meter dari pintu masuk delapan hari kemudian.

Andy Torbet, mantan penyelam militer Inggris, dalam cara ITV's Good Morning Britain menyebut keduanya sebagai "yang terbaik di dunia".

Salah satu anggota tim penyelam, Ivan Karadiz, merupakan warga negara Denmark yang saat itu tengah berlibur di Krabi yang terletak di selatan Thailand.

Begitu mendengar ada 12 remaja dan seorang pelatih anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar), dia langsung mengumpulkan peralatan menyelamnya.

Beberapa hari kemudian, dia berkumpul dengan tim penyelamat internasional yang lain. Adapun total relawan yang berpartisipasi mencapai 2.000 orang.

"Sangat fenomenal melihat begitu banyak penyelam dari seluruh dunia berkumpul," kata pria 44 tahun itu dilansir Reuters via Channel News Asia.

Selain Karadiz, terdapat pula Nick Vollmar, paramedis asal Jerman yang langsung membawa rekannya penyelam dari Finlandia ke Chiang Rai.

Dia mengatakan merasakan kesedihan dan rasa sakit dari orangtua 12 remaja yang terjebak di Goa Tham Luang sejak 23 Juni lalu.

Vollmar mengaku senang karena seluruh dunia bahu-membahu untuk menyelamatkan tim sepak bola Mu Pa dari goa. "Jika kita mempertahankan sikap ini, seluruh masalah dunia bisa teratasi," lanjutnya.

Namun, dalam operasi penyelamatan tersebut, seorang penyelam Thailand, Saman Kunan tewas, pada Jumat (6/7/2018) pekan lalu.

Kunan tewas karena kehilangan kesadaran dan tenggelam ketika bertugas menyalurkan oksigen kepada 13 tim sepak bola yang terjebak.

Dilaporkan Newsweek, Kunan merupakan mantan anggotan militer elite SEAL Angkatan Laut Thailand berpangkat sersan.

Dia kemudian keluar dari militer, dan bekerja sebagai petugas keamanan bandara. Selain itu, dia merupakan seorang atlet triatlon.

Atas perintah Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, jenazah Kunan dimasukkan ke dalam peti dan bakal mendapat kehormatan pemakaman militer.

Dipimpin oleh biksu, jenazah tersebut diterbangkan dari Bandara Mae Fah Luang menuju kampung halamannya di Roi Et.

SEAL dalam akun Facebook-nya memberikan tribut kepada Kunan dengan menyebutnya sebagai anggota yang berbakat serta atlet triatlon.

Dalam pernyataan resmi, Kunan dikenal sebagai pria yang tetap berhubungan baik dengan koleganya di SEAL meski telah keluar.

"Usaha dan determinasinya bakal selalu berada di hari para penyelam. Kami bakal menuntaskan misi ini agar sesuai dengan keinginanmu," ujar SEAL.

https://internasional.kompas.com/read/2018/07/10/15055491/kisah-para-pahlawan-penyelamat-remaja-yang-terjebak-di-goa-2

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.