Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melbourne Pasang Sistem Anti-terorisme

Kompas.com - 12/12/2017, 11:43 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber Sky,ABCNews

MELBOURNE, KOMPAS.com - Pemerintah Melbourne, Australia, berencana membangun sebuah sistem alarm ketika terjadi terorisme.

Dikutip dari Sky News Senin (11/12/2017), pengeras suara bakal dipasang di 90 titik di kota terbesar kedua Australia tersebut.

Rencananya, sistem itu akan diuji coba 28 Desember mendatang.

Acting Kepala Kepolisian Melbourne, Komisaris Shane Patton, seperti dilansir ABC News berujar, ketika terjadi aksi teror, maka sirene bakal berbunyi.

"Melalui pengeras suara, polisi akan memberikan panduan apa yang harus dilakukan oleh warga," ujar Patton.

Baca juga : Terus Diguncang Teror, Trump Serukan Aturan Imigrasi yang Lebih Ketat

Sistem ini diberlakukan setelah polisi menangkap dua orang terduga teroris yang berencana menyerang malam Natal dan Tahun Baru.

Patton menjelaskan, dia optimis terorisme tidak akan berkembang di Melbourne.

"Tempat ini sangat aman. Meski begitu, tidak ada salahnya kami melakukan pencegahan dini," tutur Patton kembali.

John Blaxland, profesor Studi Intelijen dan Keamanan Internasional di Institut Asia Tenggara ANU mengkritik kebijakan tersebut.

Dengan memasang sistem tersebut, maka warga Melbourne bakal berada dalam pemikiran tak rasional bahwa mereka "menang melawan terorisme".

"Seorang teroris yang pintar bisa, dan sering terjadi di Timur Tengah, melancarkan beberapa serangan," kata Blaxland dilansir The New Daily.

Ketika polisi berhasil mendeteksi adanya aksi teroris, maka mereka akan mengarahkan warga untuk beranjak ke tempat yang diklaim aman.

Namun, ujar Blaxland, justru tempat itu bakal menjadi titik rapuh polisi.

"Teroris pasti telah memikirkan rencana alternatif dengan memperhitungkan tempat aman tersebut," beber Blaxland.

Pemasangan pengeras suara, menurut Blaxland hanya akan membuat teroris bisa menyiapkan rencana cadangannya.

Pemasangan sistem anti-teror itu menghabiskan dana hingga 10 juta dolar Australia, atau sekitar Rp 102,1 miliar.

Baca juga : Polisi Australia Gagalkan Plot Aksi Teror di Sekolah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com