Massa Buddhis Tuduh Badan Bantuan Memihak Rohingya - Kompas.com

Massa Buddhis Tuduh Badan Bantuan Memihak Rohingya

Kompas.com - 14/08/2017, 05:30 WIB
Etnis mayoritas Buddhis di Rakhine, Myanmar, telah lama menuduh PBB dan badan-badan bantuan lainnya memihak kelompok minoritas Muslim Rohingya.EPA Etnis mayoritas Buddhis di Rakhine, Myanmar, telah lama menuduh PBB dan badan-badan bantuan lainnya memihak kelompok minoritas Muslim Rohingya.

SITTWE, KOMPAS.com - Kepolisian Myanmar mengatakan, ratusan warga dari komunitas mayoritas di negara bagian Rakhine menggelar aksi protes untuk menentang badan-badan bantuan internasional yang mereka tuduh memihak kelompok etnis Rohingya.

Kepolisian mengatakan, unjuk rasa yang diikuti oleh para biksu dan warga dari etnik lokal Rakhine itu, diadakan di setidaknya 15 kota, termasuk di Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, Minggu (13/8/2017).

"Protes berjalan damai hari ini," kata pejabat kepolisian Mayor Cho Lwin, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters.

Baca: Di Rakhine, Warga Myanmar Sambut Mantan Sekjen PBB dengan Ejekan

Massa pemrotes Buddhis menuduh PBB dan badan-badan bantuan internasional lainnya membela kelompok minoritas Muslim Rohingya sehingga mereka harus segera meninggalkan Rakhine, negara bagian yang juga ditempati oleh Rohingya.

Kamp militan

Etnik mayoritas Rakhine, yang pada umumnya beragama Buddha, telah lama menuduh PBB dan badan-badan bantuan lainnya memprioritaskan Rohingya dalam pemberian bantuan.

Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar tetapi digolongkan sebagai pendatang dari Banglades walaupun mereka secara turun temurun telah berada di Rakhine.

Oleh pemerintah Myanmar maupun oleh masyarakat di negara itu pada umumnya, Rohingya dipanggil dengan sebutan orang-orang Bengali atau Muslim, tidak pernah menyebutnya Rohingya.

Para pengunjuk rasa juga menuntut pembentukan tentara sipil bersenjata di Rakhine sebagai bentuk bela diri bagi etnik mayoritas Rakhine.

Baca: Ratusan Rumah Dibakar di Rakhine, Myanmar

Ketegangan di Rakhine kembali memanas belakangan ini setelah tujuh warga Buddha ditemukan dibacok dengan parang hingga meninggal dunia di kawasan pegunungan pada Juli 2017.

Pihak berwenang mengaku telah menemukan perkemahan-perkemahan di pegunungan May Yu yang menunjukkan keterlibatan "orang-orang ekstremis" dalam pembunuhan itu.

Di satu lokasi yang diduga sebagai kamp militan, bulan lalu ditemukan biskuit yang berasal dari bantuan Program Pangan Dunia (WFP).

Militer mengirimkan pasukan tambahan ke Rakhine pekan lalu.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM