Kecam Sanksi PBB, Korut Berkeras Tak Akan Rundingkan Program Nuklir - Kompas.com

Kecam Sanksi PBB, Korut Berkeras Tak Akan Rundingkan Program Nuklir

Kompas.com - 07/08/2017, 13:53 WIB
Foto handout ini dirilis oleh Kemenhan Korea Selatan yang menunjukkan sistem pertahanan M270 menembakkan sebuah misil taktis MGM-140 ke arah Laut Jepang (Laut Timur), dari sebuah lokasi yang tidak diketahui di pantai timur Korea Selatan, Rabu (5/7/2017). Peluncuran itu dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat sebagai respons peluncuran misil balisktik antarbenua yang dilakukan Korea Utara pada Selasa, 4 Juli kemarin.AFP PHOTO / SOUTH KOREAN DEFENCE Foto handout ini dirilis oleh Kemenhan Korea Selatan yang menunjukkan sistem pertahanan M270 menembakkan sebuah misil taktis MGM-140 ke arah Laut Jepang (Laut Timur), dari sebuah lokasi yang tidak diketahui di pantai timur Korea Selatan, Rabu (5/7/2017). Peluncuran itu dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat sebagai respons peluncuran misil balisktik antarbenua yang dilakukan Korea Utara pada Selasa, 4 Juli kemarin.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara mengecam sanksi terbaru yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB), terkait program senjata negara itu, Senin (7/8/2017).

Pyongyang pun menegaskan, pihaknya tak akan membuka pintu negosiasi terkait program pengembangan senjata nuklir, meskipun mendapat ancaman dari Amerika Serikat.

Korut memandang sanksi yang dikeluarkan pada akhir pekan lalu tersebut adalah bentuk pelanggaran dan kekerasan terhadap kedaulatan negara.

Penegasan ini disampaikan melalui sebuah pernyataan tertulis yang dilansir Korea Central News Agency, seperti dikutip AFP

"Kami tidak akan menempatkan progam senjata nuklir yang kami kembangkan untuk pertahanan diri ke meja perundingan."

"Kami pun tak akan pernah mengambil langkah mundur terkait dengan upaya penguatan persenjataan nuklir kami," demikian bunyi pernyataan tertulis itu. 

Sebelumnya diberitakan, Dewan Keamanan (DK) PBB menyepakati sanksi baru terhadap Korut.

Dalam sidangnya, dengan suara bulat, anggota DK PBB menyetujui sebuah resolusi yang melarang ekspor Korut dan membatasi investasi di negara tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan, sanksi itu adalah sanksi paling keras terhadap suatu negara dalam satu generasi.

Korut menguji dua rudal balistik antarbenua pada Juli 2017, kemudian menyatakan bahwa sekarang mereka memiliki kemampuan untuk menyerang wilayah manapun di AS.

Namun, para ahli meragukan kemampuan rudal-rudal Korut untuk mencapai target mereka secara tepat.

Uji coba itu dikecam oleh Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat (AS), dan mendorong disusunnya sanksi terbaru PBB ini.

Baca: PBB Jatuhkan Sanksi Paling Keras Sepanjang Satu Generasi untuk Korut

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM