Penembakan di Masjid Al-Aqsa, Abbas dan Netanyahu Bicara di Telepon - Kompas.com

Penembakan di Masjid Al-Aqsa, Abbas dan Netanyahu Bicara di Telepon

Kompas.com - 14/07/2017, 18:55 WIB
Ribuan warga Muslim Palestina memadati Masjid Al-Aqsa setiap waktu Shalat Jumat.  REUTERS Ribuan warga Muslim Palestina memadati Masjid Al-Aqsa setiap waktu Shalat Jumat.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara melalui telepon menyusul serangan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa, Jumat (14/7/2017).

Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari situs suci yang oleh umat Muslim disebut sebagai Haram al-Sharif dan orang Yahudi menyebutnya sebagai Bukit Kuil.

Tempat itu memang kerap menjadi lokasi bentrokan reguler antara warga Palestina dan polisi Israel, namun tembakan senjata api jarang terjadi di sana.

Situs ini mencakup masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock atau Kubah Shakhrah.

Dome of the Rock jika diartikan secara harfiah adalah "Kubah Batu". Bangunan itu adalah tempat suci umat Yahudi dan Islam.

Selain itu, bangunan tersebut menjadi marka tanah utama yang terletak di tengah-tengah, di dalam tembok kompleks Haram al-Sharif.

Kompleks ini berada dalam tembok Kota Tua Jerusalem, sebelah timur.

Seperti yang telah diberitakan, penebakan terjadi di sana. Dua polisi tewas setelah sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit.

Sementara, tiga orang pelaku penembakan yang diidentifikasi sebagai warga keturunan Arab tewas dalam pengejaran di pelataran Masjid Al-Aqsa.

Baca: 2 Polisi Ditembak Mati, Israel Tutup Masjid Al-Aqsa untuk Shalat Jumat

"Presiden (Abbas) menyatakan penolakan dan penghukumannya yang kuat terhadap insiden di masjid Al-Aqsa yang diberkati."

Demikian kutipan yang dilansir kantor berita resmi Palestina WAFA, seperti diberitakan AFP.

"Dia pun menyatakan penolakannya terhadap tindakan kekerasan dari pihak mana pun, terutama di tempat-tempat ibadah."

Sementara, Perdana Menteri Israel Netanyahu meminta ketenangan di kedua pihak.

Sebelumnya, diprediksi kasus ini bakal menaikkan ketegangan yang terjadi antara Israel dan Palestina.  

Abbas telah berulang kali menyerukan perlawanan tanpa kekerasan terhadap pendudukan Israel, tanpa secara khusus mengecam serangan orang-orang Palestina.

Pernyataannya mengenai insiden hari ini terdengar lebih kuat dari tanggapan dia sebelumnya.

Akibat serangan itu, otoritas Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk ibadah shalat Jumat, sebuah langkah yang sangat tidak biasa.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM