Uniknya Lomba Menyekop Batubara di Tasmania - Kompas.com

Uniknya Lomba Menyekop Batubara di Tasmania

Kompas.com - 06/03/2017, 21:47 WIB
ABC News: Damian McIntyre Perlombaan ini membantu menghidupkan suasana kota di pedalaman Tasmania.

FINGAL, KOMPAS.com - Sebuah kejuaraan dunia unik digelar di Kota Fingal, timur laut Tasmania.

Ratusan orang menghadiri lomba yang disebut sebagai World Coal Shovelling Championship alias lomba menyekop batubara.

Lomba yang menjadi bagian dari Fingal Valley Festival ini penting bagi daerah itu, yang terpuruk karena krisis lapangan kerja.

Warga Tasmania, Malcolm Woods merupakan juara bertahan dalam lomba yang sudah digelar di sana sejak 37 tahun lalu.

"Saya mulai ikut beberapa tahun lalu, saat belum banyak orang ikut serta. Jadi saya berkesempatan dan itu sudah 15 tahun lalu," kata Woods.

Kejuaraan ini merayakan hubungan erat antara kota itu dan sebuah tambang batubara di dekatnya.

Dalam lomba ini, menurut Woods, kekuatan adalah kunci. "Kuat di kaki lebih daripada di lengan," kata dia.

"Lakukan latihan angkat berat, dan berenang. Saya harus berlatih lagi, namun acara ini tampaknya agak terlupakan dan tiba-tiba saja sudah waktunya," katanya.

Sekitar 15 peserta dari Tasmania, New South Wales, dan Queensland mengambil bagian dalam acara tahun ini.

Lomba tahun ini merupakan yang ketiga kalinya bagi peserta asal Queensland, Russell Lane.

"Saya sudah menyekop dalam 15 tahun sekarang. Melakukannya saat masih anak-anak, dibesarkan di kota pertambangan batubara," ujarnya.

"Jadi ini sesuatu yang saya lakukan sebagai anak-anak dan hanya melanjutkan saja," kata dia.

"Semua ini tergantung tekniknya. Badan Anda bisa besar dan kuat tapi itu semua tergantung teknik," tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir tim football kota itu telah berhenti, dan penurunan lapangan kerja sektor kehutanan membuat banyak orang pergi dari sana.

Pekerjaan juga menghilang di tambang batubara. Woods yang dibesarkan di Fingal dan menginginkan tradisi tahunan ini terus berjalan.

"Tidak banyak kegiatan olahraga lokal di daerah ini. Industrinya hanya pertanian dan pertambangan," katanya.

"Tidak ada kegiatan football untuk menggairahkan kota bersama-sama. Kami perlu sesuatu dan itu sudah keharusan acara seperti ini terus digelar," kata dia.

Penyelenggara festival, Corey Bosworth, mengatakan, kegiatan ini memang penting.

"Tidak banyak yang tersisa di kota ini. Jadi jika kita kehilangan acara ikonik ini, akan jadi kerugian besar bagi kota. Makanya kami tetap akan menggelarnya sejauh yang kami bisa," kata dia.

"Ini mendatangkan uang bagi masyarakat," tambahnya.

"Anda melihat banyak kota kecil sekarang mati karena tidak adanya pekerjaan, tidak ada keluarga, tidak ada sekolah," ungkap dia lagi.

"Kami beruntung, masih ada beberapa pekerjaan yang berjalan. Dan ada sekolah. Sehingga apa yang kami punya di sini akan kami coba menjaganya tetap di sini," kata dia.

Festival ini juga menampilkan apa yang disebut Roof Bolting World Championship.

Kompetisi bagi pekerja tambang, di mana peserta memasukkan baut ke poros tambang untuk pengamanan agar tidak runtuh.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM