Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Kompas.com - 22/07/2019, 21:38 WIB
Foto yang diambil pada 1960-an memperlihatkan kapal selam Minerve milik Perancis saat berlabuh di pelabuhan Marseille. AFP PHOTO / FILE / STFFoto yang diambil pada 1960-an memperlihatkan kapal selam Minerve milik Perancis saat berlabuh di pelabuhan Marseille.

TOULON, KOMPAS.com - Sebuah kapal selam milik Perancis yang hilang di Mediterania barat pada tahun 1968, dilaporkan telah ditemukan dalam misi pencarian, Minggu (21/7/2019).

Penemuan itu turut mengakhiri penantian selama 51 tahun bagi para kerabat awak kapal selam yang terus mencari jawaban atas nasib anggota keluarga mereka yang hilang dalam bencana angkatan laut tersebut.

"Ini adalah sebuah keberhasilan, melegakan, dan sebuah pencapaian teknis," tulis Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly di akun Twitter, pada Senin (22/7/2019).

Bangkai kapal selam Minerve, yang bertenaga diesel dan listrik itu ditemukan di 45 kilometer dari lepas pantai kota Toulon di Perancis selatan.


Saat hilang pada 17 Januari 1968, kapal selam tersebut membawa sebanyak 52 pelaut.

Baca juga: Tenggelam sejak 1989, Kapal Selam Nuklir Soviet Masih Pancarkan Radiasi

Misi pencarian kapal selam yang telah hilang selama lebih dari lima dekade itu kembali diumumkan pada awal tahun oleh menteri pertahanan.

Parly saat itu mengumumkan misi pencarian baru yang melibatkan kapal-kapal angkatan laut, serta para pakar kelautan, demi memenuhi tuntutan dari keluarga korban untuk menemukan lokasi terakhir orang yang mereka cintai.

"Ini sungguh melegakan dan sangat emosional. Para 52 pelaut itu telah ditinggalkan dalam beberapa hal," ujar putra kapten kapal selam Minerve, Herve Fauve, kepada AFP.

Penemuan kapal selam itu dilakukan oleh sebuah kapal milik perusahaan swasta AS, Ocean Infinity, yang menemukan bangkai kapal selam di kedalaman 2.370 meter.

Penyebab tenggelam dan hilangnya Minerve belum pernah dikonfirmasi, tetapi berita bahwa itu telah ditemukan membawa sukacita dan kelegaan bagi keluarga.

"Saya tidak dapat menemukan kata-kata untuk menggambarkan emosi saya. Ini sangat menenangkan, juga untuk anak-anak saya," kata Therese Scheirmann-Descamps, istri salah satu pelaut yang hilang, Jules.

Baca juga: Kebakaran di Kapal Selam Rusia, 14 Pelaut Tewas

Minerve terakhir terlihat saat diberangkatkan untuk menjalankan misi pelatihan dalam cuaca buruk pada 17 Januari 1968, dari pangkalannya di Toulon, pelabuhan utama Perancis di laut Mediterania.

Para ahli berspekulasi bahwa kecelakaan kapal selam itu disebabkan masalah dengan kemudi Minerve, tabrakan dengan kapal lain, ledakan rudal atau torpedo, atau kesalahan pada sistem pasokan oksigennya.

Meski lokasinya telah ditemukan, Faure mengatakan jika kapal selam Minerve tidak akan diangkat, tetapi upacara penghormatan akan diadakan di permukaan laut tepat di atas bangkai kapal selam itu berada.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X