Tenggelam sejak 1989, Kapal Selam Nuklir Soviet Masih Pancarkan Radiasi

Kompas.com - 10/07/2019, 22:37 WIB
Perangkat kendaraan kendali jarak jauh Aegir 6000 yang digunakan dalam ekspedisi memeriksa kapal selam nuklir Soviet Komsomolets yang tenggelam di Laut Norwegia pada 1989. REUTERS / HANDOUTPerangkat kendaraan kendali jarak jauh Aegir 6000 yang digunakan dalam ekspedisi memeriksa kapal selam nuklir Soviet Komsomolets yang tenggelam di Laut Norwegia pada 1989.

OSLO, KOMPAS.com - Sebuah kapal selam nuklir milik Uni Soviet yang tenggelam di perairan Norwegia pada tahun 1989 dilaporkan masih memancarkan radiasi hingga kini.

Laporan tersebut menyusul ekspedisi yang dilakukan para peneliti menggunakan perangkat drone bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh.

Diberitakan Reuters, Rabu (10/7/2019), bangkai kapal selam nuklir Komsomolets tersebut berada di dasar Laut Norwegia, pada kedalaman sekitar 1.700 meter.

Otoritas Norwegia telah menggelar ekspedisi tahunan untuk secara berkala memantau tingkat radiasi yang dipancarkan oleh kapal selam nuklir itu sejak tahun 1990-an.

Baca juga: Kebakaran di Kapal Selam Rusia, 14 Pelaut Tewas

Namun ekspedisi tahun ini menjadi pertama kalinya yang menggunakan perangkat kendaraan kendali jarak jauh, Aegir 6000, untuk merekam tampilan puing-puing kapal selam, serta mengambil sampel yang akan dianalisis lebih lanjut.

Sampel misi ilmiah menunjukkan tingkat radioaktivitas di lokasi mencapai 800.000 lebih tinggi dari normal, kata Badan Keamanan Radiasi dan Nuklir Norwegia dalam sebuah pernyataan.

"Ini tentu saja tingkat yang lebih tinggi daripada yang biasa kami ukur di laut, tetapi tingkat yang kami temukan saat ini tidak dalam taraf yang mengkhawatirkan," kata pemimpin ekspedisi Hilde Elise Heldal, dari Institut Penelitian Kelautan Norwegia.

"Tingkat radioaktivitas dilaporkan telah 'menipis' dengan cepat pada kedalaman ini dan kami melihat beberapa ikan di sekitar lokasi," tambahnya.

Kapal selam nuklir Komsomolets tenggelam pada 7 April 1989, setelah terjadi kebakaran di kapal dan menewaskan 42 kru. Hal itu kembali mengingatkan insiden baru-baru ini yang menimpa kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Rusia.

Foto tanpa tanggal yang menunjukkan kapal selam nuklir Uni Soviet, Komsomolets, sebelum tenggelam di perairan Norwegia pada 7 April 1989.STF / ITAR-TASS / AFP Foto tanpa tanggal yang menunjukkan kapal selam nuklir Uni Soviet, Komsomolets, sebelum tenggelam di perairan Norwegia pada 7 April 1989.
Pada 1 Juli lalu, sebuah kapal selam nuklir Rusia dilaporkan mengalami kebakaran di perairan di sekitar kawasan Arktik dalam misi penelitian dasar laut.

Baca juga: Rusia Rahasiakan Detail Insiden Kebakaran Kapal Selam dari Publik

Insiden itu menewaskan sebanyak 14 kru kapal selam, termasuk tujuh perwira angkatan laut berpangkat tertinggi.

Otoritas Rusia tidak mengungkapkan rincian insiden dengan alasan mengandung informasi rahasia negara.



Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X