Disorot soal Hukuman Mati bagi LGBT, Sultan Brunei Kembalikan Gelar dari Universitas Oxford

Kompas.com - 24/05/2019, 13:47 WIB
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.AFP / BRUNEI Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

BANDAR SERI BEGAWAN, KOMPAS.com — Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah memutuskan untuk mengembalikan gelar kehormatan yang diterima dari Universitas Oxford.

Diwartakan BBC Kamis (23/5/2019), keputusan itu dia buat sejak Brunei memperkenalkan hukuman mati bagi pelaku LGBT yang ketahuan berhubungan seks.

Diperkenalkan pada April, hukum syariah yang menjadi perbincangan internasional itu menjatuhkan hukum rajam sampai mati bagi pelaku LGBT maupun zina.

Baca juga: Dapat Tekanan Dunia, Sultan Brunei Tak Hukum Mati Pelaku Seks LGBT

Namun, setelah diperkenalkan pada 3 April, Sultan Bolkiah memutuskan untuk menangguhkan hukuman mati itu setelah menerima kritik hingga gelombang boikot dari komunitas internasional.

Tak terkecuali di Oxford, muncul petisi yang ditandatangani oleh 120.000 orang meminta gelar kehormatan di bidang hukum yang dianugerahkan pada 1993 dicabut.

Dukungan bagi petisi itu antara lain berasal dari anggota parlemen asal Oxford, Layla Moran. Dia menulis dalam surat pencabutan gelar jelas tidak cukup.

"Saya pikir sangat baik bagi universitas untuk mulai meninjau sistem pemberian gelar kehormatan untuk memastikan skandal seperti ini tak terjadi di masa depan," kata dia.

Sebagai respons, dikutip ABC, Oxford menyatakan telah membuka investigasi di tengah kekhawatiran akan hukum rajam yang diperkenalkan negara kaya minyak itu.

Pihak universitas menyatakan sudah menulis surat kepada Sultan Bolkiah pada 26 April berisi permintaan penjelasan keputusannya itu paling lambat 7 Juni.

Dalam keterangan tertulis, juru bicara Oxford menuturkan mereka telah mendapat pemberitahuan bahwa Sultan memutuskan mengembalikan gelar itu pada 6 Mei.

Adapun Sultan tetap mempertahankan untuk menerapkan hukum syariah meski sudah mengumumkan adanya moratorium berisi perpanjangan penundaan pemberlakuan aturan.

Sultan Bolkiah menyatakan dia memahami jika terdapat banyak pertanyaan dan mispersepsi mengenai hukum yang dinamakan Aturan Pidana Syariah (SPCO) itu.

"Bagaimanapun setelah mispersepsi dan pertanyaan ini bisa dijernihkan, hukum ini bisa ditegakkan dengan kuat," kata sultan berusia 72 tahun itu.

Baca juga: Terapkan Hukum Syariah Ketat, Sultan Brunei Dituding Meniru ISIS



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional
Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Internasional
Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Internasional

Close Ads X