Wanita di India Pakai Kotoran Sapi untuk Lindungi Mobilnya dari Udara Panas

Kompas.com - 22/05/2019, 15:04 WIB
Foto mobil sedan yang dilapisi kotoran sapi yang diunggah ke halaman Facebook milik akun Rupesh Gauranga Das. THE INDIAN EXPRESS / FACEBOOKFoto mobil sedan yang dilapisi kotoran sapi yang diunggah ke halaman Facebook milik akun Rupesh Gauranga Das.

AHMEDABAD, KOMPAS.com - Udara panas tengah menerjang sejumlah kawasan di India, salah satunya di kota Ahmedabad dengan suhu udara di siang hari dapat mencapai 45 derajat celsius.

Suhu panas ini dapat merusak barang-barang elektronik dan juga mobil yang akan terpapar sinar matahari langsung jika diparkir di luar ruangan.

Namun seorang wanita di India ini memiliki cara tersendiri untuk melindungi mobil sedan kesayangannya dari hawa panas, yakni dengan memanfaatkan kotoran sapi.

Dilansir The Indian Express, foto yang menampilkan sebuah mobil yang tertutup kotoran sapi menjadi viral setelah diunggah pertama kali di Facebook.


Pemilik akun Facebook Rupesh Gauranga Das membagikan foto sebuah mobil yang telah dilapisi menggunakan kotoran sapi.

Baca juga: Dikubur Hidup-hidup di Kotoran Sapi, Perempuan di India Tewas

"Cara terbaik yang pernah saya lihat dalam memanfaatkan kotoran sapi," tulis pengguna Facebook tersebut.

"Demi melawan suhu panas hingga 45 derajat dan melindungi mobilnya, Nona Sejal Shah telah melapisi mobilnya menggunakan kotoran sapi," lanjut postingan tersebut.

Dituliskan bahwa mobil itu difoto saat berada di kota Ahmedabad, India barat. Foto itu pun dengan cepat tersebar dan menjadi viral.

Sebagian wilayah di India dalam beberapa hari terakhir tengah diterpa cuaca panas dengan suhu udara dapat mencapai di atas 40 derajat celsius.

Pemerintah setempat pun telah menyarankan kepada warga untuk membatasi aktivitas di luar ruang antara pukul 10.30 pagi hingga 15.00 sore waktu setempat.

Terkait penggunaan kotoran sapi di India, telah sejak lama dimanfaatkan oleh penduduk di pedesaan, terutama untuk melapisi tembok dan lantai rumah.

Hal tersebut diyakini akan membantu suhu udara di dalam rumah tetap sejuk saat cuaca panas dan hangat saat cuaca dingin.

Kotoran sapi yang digunakan untuk pelapis biasanya telah dicampur dengan jerami untuk kemudian dibiarkan kering oleh sinar matahari.

Kotoran sapi dapat diperoleh dengan mudah di India, dengan masyarakatnya, yang mayoritas menganut agama Hindu, menganggap sapi sebagai hewan suci dan kerap dibiarkan berkeliaran di luar ruangan.

Baca juga: Pria Ini Mengaku Curi Mobil Jenazah karena Mabuk Jamur Kotoran Sapi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X