Kompas.com - 27/04/2019, 10:27 WIB

CURITIBA, KOMPAS.com - Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang kini dipenjara atas kasus suap dan pencucian uang, menyebut bahwa Brasil kini sedang dipimpin oleh segerombolan orang gila.

Pernyataan itu disampaikan Lula da Silva saat menjawab pertanyaan dalam wawancara pertamanya dari dalam penjara di Curitiba, Jumat (26/4/2019).

Lula da Silva (73), yang merupakan mantan pemimpin sayap kiri Brasil, ditangkap pada April tahun lalu dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, sebelum akhirnya dikurangi menjadi delapan tahun 10 bulan melalui banding.

Dia menyebut negara Brasil saat ini tengah diperintah oleh "segerombolan orang gila" dan menegaskan kembali keyakinannya bahwa dirinya tidak bersalah.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar Spanyol, El Pais dan koran Brasil, Folha de Sao Paulo, Lula da Silva mengatakan bahwa dia terobsesi untuk membongkar kedok orang-orang di balik penahanannya.

Baca juga: Presiden Brasil Minta Iklan Bank yang Tonjolkan Keberagaman Dicabut

"Saya tahu benar sejarah penangkapan saya dan saya juga tahu siapa yang akan terbuang," kata Lula dalam video yang dirilis El Pais edisi Brasil.

"Negara ini tidak seharusnya diperintah oleh segerombolan orang gila.. negara ini tidak pantas mendapatkannya dan di atas semua itu, rakyat tidak pantas mendapatkannya," kata Lula dikutip Folha de Sao Paulo, yang ditujukan bagi pemerintahan sayap kanan dari Presiden Jair Bolsonaro.

Bolsonaro mulai menduduki jabatan presiden Brasil sejak Januari lalu, setelah dia memenangi pemilu atas pesaingnya Fernando Haddah dari Partai Buruh, yang menggantikan Lula dalam pemilihan karena dirinya dilarang maju.

Lula telah dihukum berdasarkan hasil penyelidikan yang luas terhadap kasus korupsi di sekitar perusahaan minya negara Petrobas.

Namun sejak awal, Lula tetap bersikeras bahwa dirinya hanyalah korban dari kampanye yang ingin mencegah pemimpin sayap kiri kembali berkuasa di Brasil.

Pekan ini, pengadilan Brasil telah mengabulkan banding Lula dan mengurangi masa hukumannya dari 12 tahun menjadi delapan tahun 10 bulan.

Baca juga: Presiden Brasil Sebut Negaranya dan AS Fokus Gulingkan Rezim Maduro

Hasil pengurangan masa tahanan itu membuat Lula memenuhi syarat untuk mengajukan penahanan semi-terbuka pada akhir tahun ini.

Kendati demikian, Lula masih menunggu pengajuan hukuman kedua bagi dirinya atas tuduhan berkolusi dengan perusahaan konstruksi untuk proyek rumah pertanian, yang mengancamnya dengan hukuman 13 tahun penjara, yang mungkin ditambahkan jika dia terbukti bersalah dalam tuduhan kedua ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.