Kompas.com - 02/04/2019, 19:45 WIB

KOMPAS.comMuseum Louvre menjadi tempat sangat ikonik di Paris, Perancis. Kebanyakan turis atau wisatawan mancanegara yang datang ke Paris akan datang ke museum yang populer dengan bentuk piramida kaca, setidaknya untuk mengabadikan momen dengan mengambil gambar di sekitarnya.

Sebagaimana dikutip dari ABC, akhir Maret lalu museum ini genap berusia 30 tahun.

Sebagai bentuk perayaan, seorang seniman visual bernama Jean Rene (JR), membubuhkan sebuah karya seni di halaman sekitar bangunan piramida.

Ia menyulap Louvre seolah-olah terlihat lebih besar, dengan bagian dasar yang muncul dari tengah bebatuan.

JR menciptakan sebuah ilusi optik dengan begitu sempurna, bangunan piramida yang sesungguhnya terlihat hanya seperti pucuk dari sebuah piramida yang jauh lebih besar ukurannya.

Baca juga: Video Beyonce dan Jay-Z Tingkatkan Jumlah Pengunjung Museum Louvre

Dibantu 400-an relawan, ia menempelkan kertas berukuran besar di lantai sekeliling piramida. Selama berjam-jam, mereka berhasil menyelesaikan karya itu hingga terlihat pemandangan Louvre yang berbeda.

Karya visual semacam ini pernah juga dibuat oleh JR di tempat yang sama tiga tahun lalu. Saat itu, Louvre yang memiliki tinggi 21 meter dibuat seolah-olah menghilang di balik foto raksasa berwarna hitam putih.

Hasil karya JR sebelum dibuka untuk umumTwitter @JRart Hasil karya JR sebelum dibuka untuk umum

Sementara karya terbarunya ini, hanya akan terlihat jika dilihat dari tempat tertentu, misalnya dari ketinggian atap museum.

Dinilai terlalu menyulitkan pengunjung, ia memasang dua layar besar di sekitar piramida, berisi rekaman lokasi dari atas. Hal itu memungkinkan pengunjung yang ada di sekitar Louvre untuk dapat menikmati instalasi buatannya dari tempat mereka berdiri.

Sayangnya, keindahan ini tidak bertahan lama. Beberapa jam setelah instalasi dibuka untuk umum, kemudian banyak pengunjung mendekat ke arah layar. Karya JR pun perlahan rusak karena kertas-kertasnya dirobek oleh pengunjung.

Karya JR setelah dirusak oleh tangan pengunjung LouvreTwitter @JRart Karya JR setelah dirusak oleh tangan pengunjung Louvre

Bukan karena tidak menyukainya, pengunjung menyobek kertas yang ditempel oleh JR dan timnya itu karena ingin menjadikannya oleh-oleh, sebagai kenang-kenangan.

Mengetahui karyanya dirusak oleh perbuatan vandal pengunjung, JR tidak mempermasalahkannya.

"Gambar itu seperti hidup ini, tidak abadi. Meski sudah hilang, karya akan selalu hidup dengan caranya sendiri. Sinar matahari membantu proses pengeringan lem, langkah orang-orang menghancurkan kertas tipis itu. Proses karya ini adalah meliputi kerja para relawan, pengunjung, dan pemburu oleh-oleh," tulisnya, melalui akun Twitter @JRart.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.