Sanksi Hambat Evakuasi Korban Banjir, Iran Tuding AS "Teroris Ekonomi"

Kompas.com - 02/04/2019, 09:09 WIB
Wilayah yang dilanda banjir di desa Agh Ghaleh, Iran utara. Foto ini dirilis oleh kantor berita Iran Fars News pada 23 Maret 2019. (AFP/Fars News/Ali Dehghan) Wilayah yang dilanda banjir di desa Agh Ghaleh, Iran utara. Foto ini dirilis oleh kantor berita Iran Fars News pada 23 Maret 2019. (AFP/Fars News/Ali Dehghan)

TEHERAN, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menuding AS berupaya menghalangi upaya pemberian bantuan kepada kota-kota yang dilanda banjir di negaranya.

Dia menyebut tindakan AS sebagai " terorisme ekonomi" karena menghambat pemberian bantuan akibat dari sanksi.

"Tekanan maksimum Trump menghambat upaya bantuan oleh Bulan Sabit Iran Iran untuk masyarakat yang hancur akibat banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya," kicau Zarif, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Dilanda Banjir Berkepanjangan, Iran Terbitkan Status Darurat

"Peralatan diblokir termasuk helikopter bantuan. Ini bukan hanya perang ekonomi, ini adalah terorisme ekonomi," lanjutnya.

Seperti diketahui, Iran harus menghadapi bencana banjir yang meluas. Negara itu juga kekurangan helikopter penyelamat akibat dari sanksi AS.

Helikopter militer dan pengangkut personel lapis baja amfibi untuk membantu operasi penyelamatan.

"Di Khorramabad air setinggi tiga meter di beberapa bagian, dan laporan datang dari daerah yang benar-benar tenggelam, dengan penduduk yang telantar di atap rumah mereka," ujar Zarif.

Direktur provinsi Bulan Sabit Merah, Sarem Rezaee, mengatakan organisasinya telah kehilangan kontak dengan banyak wilayah.

"Telepon tidak berfungsi, komunikasi radio kami putus. Pada saat ini kami tidak memiliki berita terbaru tentang kota dan desa lain," katanya.

"Kami telah meminta bantuan darurat dari provinsi tetangga tetapi saat ini tidak ada yang bisa melakukan apa-apa," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X