Seorang Agen Asuransi Didakwa Menyuap Pejabat KBRI Singapura

Kompas.com - 21/11/2018, 14:02 WIB
Suap. ShutterstockSuap.
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang agen asuransi yang bekerja untuk perusahaan AIG Asia Pacific Insurance dan Liberty Insurance, Rabu (21/11/2018) didakwa menyuap seorang staf Kedubes Indonesia.

Suap itu diberikan kepada pejabat KBRI untuk memuluskan kedua perusahaan asuransi itu digandeng sebagai penyedia asuransi kerja bagi para pembantu rumah tangga Indonesia di Singapura.

Yeo Siew Liang James (47) dijerat delapan dakwaan tindak pidana korupsi karena memberikan uang kepada Abdul Aziz Mohamed Hanib sebesar 71.200 dolar Singapura atau sekitar Rp 755 juta.

Baca juga: Atase Imigrasi Jadi Tersangka Suap, KBRI Kuala Lumpur Akan Bantu KPK

Abdul Aziz ini kemudian akan menyerahkan uang tersebut kepada seorang pejabat KBRI Singapura.

Selain itu, Yeo juga didakwa memberikan lagi uang sebesar 21.400 dolar Singapura atau hampir Rp 227 juta.

Uang itu adalah komisi bagi Abdul Aziz yang merancang pertemuan antara Yeo dan seorang pejabat KBRI Singapura.

Abdul Aziz (63) yang juga berprofesi sebagai adalah penerjemah paruh waktu juga didakwa dalam upaya suap yang melibatkan dua perwakilan Tokio Marine Insurance Singapore.

Demikian penjelasan Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) dalam sebuah siaran pers.

Satu warga Singapura lain yang didakwa adalah Chow Tuck Keong Benjamin. Dia dituduh bersekongkol dengan Abdul Aziz  mengumpulkan gratifikasi untuk pejabat KBRI Singapura.

"Chow memperkenalkan Abdul Aziz dan Yeo. Dia tahu Aziz sedang mengumpulkan gratifikasi terkait penjualan asuransi kerja," demikian CPIB.

Baca juga: Politisi PDI-P Disuap Rp 1 Miliar, 50 Ribu Dollar AS, dan 50 Ribu Dollar Singapura

CPIB melanjutkan, sejauh ini belum ditemukan bukti AIG Asia Pacific Insurance dan Liberty Insurance secara institusi terlibat dalam kasus ini.

CPIB menambahkan, KBRI Singapura tidak terlibat dalam kasus dugaan suap ini.

Ketiga orang ini akan disidangkan pada Desember mendatang. Jika terbukti mereka terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda sebesar 100.000 dolar Singapura.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X