Coba Atasi Inflasi, Venezuela Terbitkan Pecahan Uang Baru

Kompas.com - 22/08/2018, 08:09 WIB
Pemerintah Venezuela memperkenalkan uang kertas dengan pecahan baru untuk mengatasi inflasi tinggi di negeri itu. AFP/FEDERICO PARRAPemerintah Venezuela memperkenalkan uang kertas dengan pecahan baru untuk mengatasi inflasi tinggi di negeri itu.
|

CARACAS, KOMPAS.com - Perekonomian Venezuela, Selasa (21/8/2018), terhenti saat negara itu melakukan uji coba mata uang barunya.

Ribuan tempat usaha memilih tidak beroperasi agar bisa menyesuaikan mata uang bolvar yang baru.

Pada Senin (20/8/018), Presiden Nicolas Maduro memperkenalkan uang kertas baru yang mengubah nilai dan nama mata uang lama.

Baca juga: Hiperinflasi, Harga Sepotong Daging di Venezuela Mencapai Jutaan Bolivar

Pemerintahan Maduro yakin langkah ini bisa mengatasi inflasi yang membubung tinggi tetapi para pengamat justru mengatakan sebaliknya.

Mata uang baru ini menggantikan uang lama yang memiliki lima angka nol. Dengan uang lama, secangkir kopi di warung di ibu kota Caracas dihargai 2,5 juta bolivar.

Kini dengan mata uang baru, harga secangkir kopi kembali "normal" yaitu cukup 25 sen saja.

Namun, warga Caracas kepada BBC mengatakan, mereka dibatasi hanya boleh menarik uang maksimal 10 bolivar pada Selasa (21/8/2018) dari mesin-mesin ATM.

Selain meluncurkan mata uang baru, pemerintah Venezuela juga mengumumkan sejumlah kebijakan perekonomian, termasuk meningkatkan upah minimum 34 kali lipat mulai 1 September.

Pemerintah juga meningkatkan pajak barang dan jasa serta menghapuskan subsidi BBM yang selama ini dinikmati  rakyatnya.

Baca juga: Inflasi Venezuela Meroket 4.115 Persen, Bolivar Semakin Tidak Berharga

 



Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X