Kompas.com - 02/08/2018, 09:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama pasangannya, Clarke Gayford, dan putri mereka, di rumah sakit di Auckland, pada Minggu (24/6/2018). (AFP/Michael Bradley) Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama pasangannya, Clarke Gayford, dan putri mereka, di rumah sakit di Auckland, pada Minggu (24/6/2018). (AFP/Michael Bradley)

WELLINGTON, KOMPAS.com — Seperti halnya pekerja perempuan lainnya, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga memilih untuk mengambil cuti usai melahirkan.

Ibu berusia 38 tahun tersebut melahirkan anak pertamanya pada 21 Juni 2018. Setelah menjalani masa cuti selama enam pekan, dia kembali bekerja pada Kamis (2/8/2018).

Diwartakan AFP, Ardern merupakan pemimpin negara di dunia kedua yang melahirkan saat masih bertugas.

Baca juga: Jacinda Ardern Jadi Perdana Menteri Termuda Selandia Baru

Untuk saat ini, dia memilih bekerja dari kediamannya di Auckland hingga akhir pekan, kemudian akan pindah ke Wellington.

Sebelumnya, dia menyatakan bakal fokus memperbaiki masalah terkait isu kesehatan kejiwaan, hubungan dagang, lingkungan, dan kepegawaian.

Dalam unggahan di Facebook pekan lalu, Ardern mengatakan, keluarganya berada dalam kondisi sangat baik.

"Tentu saja hidup akan sedikit berbeda," katanya.

Kekasih Ardern, Clarke Gayford, merupakan pembawa acara dokumenter memancing di televisi. Dia berencana untuk menjadi bapak rumah tangga dan berperan sebagai pengasuh utama bagi putri mereka.

Ardern mengumumkan usia kehamilannya sekitar lima bulan sebelum melahirkan. Sementara mantan pemimpin Pakistan Benazir Bhutto tidak memberi tahu siapa pun sampai akhirnya melahirkan putrinya pada Januari 1990.

Baca juga: PM Selandia Baru Beberkan Kehidupannya Setelah Melahirkan

Bhutto merupakan pemimpin negara di dunia yang pertama melahirkan ketika masih dalam masa tugas.

Tidak seperti Ardern yang bisa mengambil cuti hamil, mantan Perdana Menteri Pakistan itu menjalani operasi caesar dan segera kembali bekerja.

Selama Ardern absen dari tugas pemerintahan, wakilnya, Winston Peters, memimpin negara tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.