Militer Filipina Lancarkan Serangan ke Kelompok Gerilyawan Terkait ISIS

Kompas.com - 19/06/2018, 00:13 WIB
Tentara Filipina saat parade peringatan 121 tahun berdirinya militer Filipina di Manila, 20 Maret 2018. AFP / TED ALJIBETentara Filipina saat parade peringatan 121 tahun berdirinya militer Filipina di Manila, 20 Maret 2018.

MANILA, KOMPAS.com - Militer Filipina melancarkan serangan udara dan darat dengan menargetkan sekelompok gerilyawan terkait ISIS, Minggu (17/6/2018).

Rangkaian serangan tersebut berhasil menewaskan lima anggota kelompok ekstremis, namun memaksa ribuan penduduk desa meninggalkan tempat tinggal mereka menuju lokasi yang lebih aman di selatan.

Disampaikan Kolonel Angkatan Darat Filipina, Romeo Brawner, serangan yang dilakukan militer memicu baku tembak dengan kelompok ekstremis di kota Tubaran, wilayah pegunungan provinsi Lanao del Sur.

Serangan menewaskan setidaknya lima anggota kelompok militan, sementara sisanya dalam pengejaran militer.

Baca juga: Presiden Filipina ?Hukum Mati? Ratusan Motor Mewah

Dilaporkan SCMP melansir Associated Press, serangan tersebut menargetkan sekitar 40 anggota militan yang dipimpin Owayda Benito Marohombsar, atau yang juga dikenal dengan sebutan Abu Dar.

Owayda merupakan salah satu pemimpin dalam aksi pengepungan lima bulan di kota Marawi dan berhasil melarikan diri saat direbutnya kembali kota itu pada Oktober lalu.

Selama serangan berlangsung di Tuburan, lebih dari 5.000 warga desa mengungsi ke kota terdekat yang lebih aman.

Sekitar 700 warga berlindung di pusat-pusat evakuasi sementara, sementara sisanya memilih menginap di rumah kerabat.

Kehadiran kelompok Abu Dar di pedalaman Tuburan telah diketahui militer Filipina sejak sebulan lalu, setelah terjadinya kasus pembunuhan terhadap pemimpin desa yang menolak bekerja sama.

Keluarga pemimpin desa lantas melaporkan hal tersebut kepada militer dan membantu memburu para militan.

Baca juga: Setahun Setelah Pengepungan Marawi, Tentara Filipina Masih Siaga Merah

Abu Dar saat ini dikenal sebagai satu-satunya pemimpin lokal gerilyawan terkait ISIS pascapengepungan Marawi.

Saat melarikan diri, dia dilaporkan telah membawa harta rampasan senilai 30 juta peso (sekitar Rp 8 miliar) yang digunakan untuk merekrut anggota dan membangun kembali kelompoknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.