Kompas.com - 15/04/2018, 23:55 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com - Departemen Pertanian Federal Australia menangguhkan pengiriman domba Australia ke sebuah rumah pemotongan hewan di Qatar atas tuduhan baru pelanggaran kesejahteraan hewan dan pelanggaran aturan rantai pasokan.

Pekan lalu, jaringan TV Channel Nine menyiarkan video dari 2.400 domba yang mati karena kepanasan di atas kapal ekspor yang menuju Timur Tengah.

Pada Sabtu (14/4/2018), Departemen Pertanian Federal mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dan rekaman gambar baru dari kelompok advokasi hewan Australia, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang operasional rumah potong di Qatar dan kepatuhan terhadap Sistem Jaminan Rantai Pasokan Eksportir Pemerintah Federal (ESCAS).

"Tuduhan itu termasuk jual-beli domba kepada pembeli swasta dari rantai pasokan yang disetujui dan salah penanganan domba di sebuah rumah pemotongan hewan yang disetujui ESCAS di Qatar," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Gara-gara Domba Ternak, Bandara Kertajati Batal Validasi Instrumen Pendukung Penerbangan

"Pasokan hewan ke rumah potong hewan itu segera ditangguhkan dan setiap hewan yang sudah ada di tempat pemotongan hewan telah dipindahkan.

Informasi yang didapatkan ABC menunjukkan jaringan TV Channel Nine memiliki kesepakatan untuk menyiarkan lebih banyak rekaman gambar yang menunjukkan domba-domba yang dilemparkan ke pengepit ternak di kandang dan dipukul dengan tongkat.

Angka dari lembaga induk industri ternak Australia Daging dan Ternak Australia (MLA) menunjukkan Qatar sebagai salah satu pasar ekspor terbesar untuk domba Australia.

Dalam 12 bulan terakhir hingga Februari lalu, sebanyak 661.000 domba telah diekspor ke negara Timur Tengah ini.

Departemen Pertanian mengatakan ini adalah keluhan pertama tentang ekspor domba ke Qatar sejak skema peraturan diperkenalkan pada tahun 2011.

Baca juga: Hendak Cari Domba Hilang, Seorang Petani di Rote Ndao Ditemukan Tewas

Lembaga advokasi hewan Australia telah membuat serangkaian keluhan tentang perdagangan ekspor langsung sejak awal Maret.

Awal pekan ini, Menteri Pertanian Australia, David Littleproud berpendapat penyelidikan menyeluruh terhadap kemampuan regulator ekspor langsung akan dilakukan setelah skandal itu, tetapi menolak seruan untuk larangan ekspor langsung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.