Jepang Siap Bayar Rp 38 M untuk Danai Inspeksi Nuklir Korea Utara

Kompas.com - 12/03/2018, 22:20 WIB
Foto dokumen memperlihatkan Korea Utara meluncurkan misil balistik jarak menengah yang diberi nama Hwasong-12. STR/AFP via THE INDEPENDENTFoto dokumen memperlihatkan Korea Utara meluncurkan misil balistik jarak menengah yang diberi nama Hwasong-12.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang dikabarkan siap membayar hingga lebih dari 2 juta poundsterling (lebih dari Rp 38 miliar) kepada badan inspeksi internasional untuk menyelidiki fasilitas nuklir di Korea Utara.

Langkah tersebut diambil sebagai salah satu upaya Tokyo untuk berperan dalam mendorong penghentian program persenjataan nuklir Korea Utara.

Dilansir dari The Independent, langkah pemerintah Jepang itu dibuat menyusul pernyataan dari Pyongyang yang mengaku siap membongkar persenjataan misil dan nuklirnya sebagai syarat berdialog dengan AS.

Presiden AS Donald Trump juga telah menyatakan kesediaannya bertemu dan bernegosiasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan yang dijadwalkan dilangsungkan pada Mei mendatang.

Baca juga: Trump Yakin Korea Utara Sungguh Ingin Berdamai

Mengutip dari The Independent, langkah pertama yang harus dilakukan Korea Utara untuk mengakhiri program misil dan nuklirnya adalah dengan mengizinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk melakukan inspeksi dan menilai fasilitas nuklirnya saat ini.

Proses inspeksi tersebut diperkirakan dapat memakan biaya hingga 2,7 juta poundsterling.

Dilaporkan Japan Times, Jepang telah menawarkan untuk membayar sebesar 300 juta yen (sekitar 2,02 juta poundsterling), bahkan siap membayar lebih seandainya tagihan naik.

Bulan lalu di Wina, Menteri Luar Negeri Taro Kono bersama Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano telah sepakat untuk bekerja sama dan mendorong terlaksananya pemeriksan tersebut.

Para pakar melihat, dengan cara ini, Jepang berharap dapat berada dalam lingkaran setelah Korea Selatan yang mengajukan perundingan antara Korea Utara dengan AS guna membahas krisis nuklir di Semenanjung Korea.

Baca juga: Trump dan Kim Jong Un Bakal Bertemu pada Mei 2018

IAEA terakhir melakukan inspeksi dan penilaian terhadap fasilitas nuklir di Korea Utara pada 2009 lalu. Namun dalam prosesnya, Pyongyang menghentikan dan mengusir petugas inspeksi dan melanjutkan program nuklir mereka.

Sejak saat itu, Korea Utara telah melakukan enam kali uji coba nuklir dengan yang terbesar pada September 2017 lalu. Selama tahun lalu, Pyongyang juga telah melakukan 23 kali uji coba misil, termasuk yang melewati wilayah udara Jepang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X