Puluhan Pekerja Pabrik di China Ini Dibayar Menggunakan Batu Bata

Kompas.com - 21/01/2018, 21:06 WIB
Pabrik batu bata di China berutang gaji puluhan karyawannya dan memutuskan membayar mereka menggunakan batu bata. 163.com via SCMPPabrik batu bata di China berutang gaji puluhan karyawannya dan memutuskan membayar mereka menggunakan batu bata.
|
EditorAgni Vidya Perdana

NANCHANG, KOMPAS.com - Sebuah pabrik batu bata di China yang tidak mampu memenuhi tanggung jawab membayarkan gaji pekerjanya, harus merelakan ratusan ribu batu bata produksinya diberikan kepada para karyawan.

Dikutip dari SCMP, sekitar 30 pekerja di pabrik batu bata di kota Nanchang, di timur China mengaku belum menerima upah mereka sebanyak lebih dari 900.000 yuan (sekitar Rp 1,86 miliar).

Para pekerja terus menuntut hak mereka namun tak juga dicapai kesepakatan dengan pemilik pabrik, hingga mereka akhirnya meminta bantuan dinas ketenagakerjaan setempat.

Otoritas setempat telah bernegosiasi dengan pemilik pabrik dan hasilnya, pemilik pabrik bersedia membayar sebagian gaji, namun bukan dalam bentuk uang tunai.

Baca juga: Suami Istri di China Selfie di Depan Rumah Mereka yang Terbakar

Dilaporkan harian Jiangxi Daily, pemilik pabrik bersedia menyerahkan sekitar 290.000 keping batu bata senilai sekitar 80.000 yuan (sekitar Rp 165 juta) kepada para pekerja.

Jumlah tersebut tidak menutup seluruh hak pekerja yang harus dibayarkan perusahaan, namun pemilik pabrik berjanji akan tetap mencari cara guna melunasi gaji karyawannya.

Tidak dijelaskan alasan pabrik gagal memenuhi tanggung jawab gaji pada para karyawannya. Juga tidak dijelaskan apakah para pekerja menerima pembayaran sebagian hak mereka dengan cara tersebut.

Baca juga: Tak Bayar Utang, Foto Warga di China Bakal Dipajang di Reklame



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X