China Jadi Pemasok Dekorasi Natal Terbesar di Dunia - Kompas.com

China Jadi Pemasok Dekorasi Natal Terbesar di Dunia

Veronika Yasinta
Kompas.com - 06/12/2017, 15:15 WIB
Seorang pekerja pabrik di Yiwu, China, sedang menyusun pohon Natal. (ABC)
Seorang pekerja pabrik di Yiwu, China, sedang menyusun pohon Natal. (ABC)


YIWU, KOMPAS.com - Saat pertengahan musim panas, produksi topi Santa, hiasan kertas, dan lampu pohon natal, menyibukkan kota Yiwu, yang dikenal sebagai "Kampung Natal" di China.

Kawasan tersebut dapat ditempuh dalam waktu satu jam dengan menggunakan kereta peluru dari Sanghai. Yiwu, merupakan kota dengan 1,2 juta penduduk, di mana sekitar dua pertiga dekorasi Natal di seluruh dunia, berasal dari kota tersebut.

Dilansir dari ABC News, Selasa (5/12/2017), sejak September 2016 hingga Agustus 2017, terdapat 600 pabrik dan lokakarya yang memenuhi kota tersebut. Data dari Bea Cukai Hangzhou menyebutkan, nilai produksi dekorasi Natal di Yiwu mencapai 3 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp 40,6 triliun per bulan.

Beberapa pabrik dekorasi Natal setidaknya mengirim 30 persen hasil produksinya ke Amerika Serikat, sementara sisanya dikirim ke berbagai negara seperti Rusia, Amerika Latin, dan juga untuk memenuhi permintaan di China.

Baca juga : Mengintip Dekorasi Natal di Gedung Putih, Cantiknya!

Natal, bukan menjadi hari libur resmi di Vhina, namun makin banyak orang yang tertular dengan spirit Natal. Hal itu berarti makin banyak dekorasi yang dikirimkan dari Yiwu.

"Anakku sangat suka Natal, ini seperti merayakan tahun baru China," kata Huang Aijuan, pemilik pabrik yang memproduksi tiruan pohon natal.

Namun, untuk mempertahankan reputasinya sebagai pabrik dunia, mereka menghadapi tekanan untuk tetap menjaga biaya produksi tetap rendah, sehingga dapat bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya yang memiliki upah tenaga kerja lebih murah.

Baca juga : Pecahkan Rekor, Ratusan Telur Pterosaurus Langka Ditemukan di China

Banyak buruh dari berbagai belahan wilayah China bekerja di sana. Mereka bekerja selama 13 jam per hari, dan tujuh hari seminggu. Seorang pekerja memperoleh setara dengan sekitar 30 dolar AS atau Rp 406.000 per hari.

Seiring permintaan dekorasi Natal dunia terus meningkat, Yiwu tampaknya siap menjadi bengkel Sinterklas dunia di masa depan.

PenulisVeronika Yasinta
EditorVeronika Yasinta
SumberABC News
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM