Gunung Mayon di Filipina Siap Meletus, 12.000 Penduduk Dievakuasi

Kompas.com - 15/01/2018, 12:04 WIB
Foto ini diambil pada  11 Desember 2014 menunjukkan sepeda roda tiga bermotor yang melaju melewati gunung api Mayon di dekat kota Legazpi, provinsi Albay, Filipina. (AFP/Ted Aljibe) Foto ini diambil pada 11 Desember 2014 menunjukkan sepeda roda tiga bermotor yang melaju melewati gunung api Mayon di dekat kota Legazpi, provinsi Albay, Filipina. (AFP/Ted Aljibe)
|
EditorVeronika Yasinta


LEGAZPI, KOMPAS.com - Otoritas Filipina mengeluarkan peringatan level waspada atau awas terkait Gunung Mayon yang diperkirakan dapat meletus dalam beberapa hari ke depan.

Dilansir ada AFP, Senin (15/1/2018), lebih dari 12.000 orang diminta untuk meninggalkan zona 7 kilometer dari gunung.

Gempa vulkanik dan batu-batu yang berjatuhan telah mengguncang puncak Mayon dalam 24 jam terakhir. Selain itu, muntahan lumpur berbahaya dan awan panas beracun juga mengancam kawasan sekitar gunung.

"Sangat berbahaya bagi penduduk yang tinggal di sekitar gunung dan menghirup abunya," kata Claudio Yucot, kepala kantor pertahanan sipil setempat.


Baca juga : Pertama dalam Sejarah, Gunung Api Tak Aktif di Papua Niugini Meletus

Menurutnya, hujan yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan puing-puing endapan di lereng Mayon bisa mengalirkan lahar.

Gunung Mayon memiliki bentuk kerucut yang hampir sempurna, terletak sekitar 330 km dari Manila.

Sejumlah erupsi dan runtuhan batu terjadi pada akhir pekan lalu. Kawah tersebut juga mulai bercahaya pada Minggu (14/1/2018) malam.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menyatakan tanda bercahaya itu merupakan pertanda aktivitas pembentukan kubah lava baru.

Baca juga : Benarkah Gunung Api di Islandia Akan Segera Meletus?

Lava terakhir mengalir dari Mayon pada 2014. Saat itu, sebanyak 63.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Kepala Philvolcs, Renato Solidum, menyatakan lahar dari yang ditumpahkan oleh Gunung Mayon lebih cair sehingga alirannya bisa mencapai lebih jauh ke bawah.

"Kami melihat kemiripan dengan letusan di mana fase pertama dari aktivitas dimulai dengan aliran lava dan memuncak pada bagian yang berbahaya. Itulah yang ingin kami monitor," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X