Lebih dari 200 Negara Berjanji Hentikan Pencemaran Plastik di Laut

Kompas.com - 07/12/2017, 12:06 WIB
Anak-anak mengumpulkan botol air plastik di antara sampah yang terbawa ke darat akibat gelombang badai topan Haima di Teluk Manila pada 20 Oktober 2016. (AFP/Noel Celis) Anak-anak mengumpulkan botol air plastik di antara sampah yang terbawa ke darat akibat gelombang badai topan Haima di Teluk Manila pada 20 Oktober 2016. (AFP/Noel Celis)
|
EditorVeronika Yasinta


NAIROBI, KOMPAS.com - Lebih dari 200 negara menandatangani resolusi PBB di Nairobi, Kenya, pada Rabu (6/12/2017) untuk menghentikan pencemaran plastik di laut.

Dilansir dari VOA, beberapa delagasi negara berharap kesepakatan itu menjadi kebijakan yang terikat secara hukum.

Apabila tingkat pencemaran yang terus meningkat, berarti semakin banyak plastik di laut ketimbang jumlah ikan yang hidup, pada 2050.

Badan PBB urusan lingkungan (UNEP), melaporkan ada sekitar 8 juta ton plastik, termasuk botol, kemasan, dan sampah lainnya, yang dibuang ke laut setiap tahunnya, yang membunuh kehidupan biota laut.

Baca juga : Laut Dunia Darurat Sampah Plastik, Indonesia Turut Menyumbang

"Ada bahasa yang kuat dalam resolusi ini," ujar Menteri Lingkungan Norwegia, Vidar Helgesen.

"Kami sekarang memiliki kesepakatan untuk mengeksplorasi instrumen yang mengikat secara hukum dan tindakan lainnya, yang akan dilakukan di tingkat internasional selama 18 bulan ke depan," tambahnya.

Norwegia menjadi inisiator resolusi ini, telah melihat sejumlah bukti dampak dari pencemaran laut.

"Kami menemukan mikro plastik di kerang, sesuatu yang kami sukai untuk dimakan," katanya.

Baca juga : PBB Beri Peringatan Dampak Polusi Udara pada Otak Anak

Pada Januari tahun ini misalnya, spesies paus yang cukup langka terdampar di pantai karena kelelahan. Di dalam perut paus itu ditemukan 30 kantong plastik.

Ketua UNEP, Erik Solheim mengatakan China menjadi negara penghasil limbah plastik terbesar, namun telah memulai upaya untuk memangkas jumlah limbah.

"Satu negara yang berubah saat ini melebihi lainnhya adalah China. Kecepatan dan tekad pemerintahnya untuk berubah sangat besar," ujarnya.

Di bawah resolusi itu, negara-negara sepakat untuk mulai memantau jumlah plastik yang masuk ke laut.

Baca juga : Denmark Kucurkan Rp 11,8 M untuk Bantu Indonesia Atasi Sampah Plastik

"Meskipun ini bukan sebuah perjanjian, kemajuan signifikan sedang dilakukan dengan 39 pemerintah mengumumkan komitmen baru untuk mengurangi jumlah plastik yang masuk ke laut," kata kepala advokasi publik di UNEP, Sam Barrat.

"Cile, Oman, Sri Lanka dan Afrika Selatan saat ini bergabung dalam resolusi ini dan memulai langkah, termasuk dengan larangan kantong plastik, dan dorongan untuk meningkatkan daur ulang," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber VOA News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X